Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar Purwati mengungkapkan, rencana pengambilan swab PCR terhadap CJH telah disosialisasikan saat manasik haji tingkat kabupaten akhir Mei lalu.
”Ya karena ada dua kloter, maka nanti jadwal pelaksanaan PCR dilakukan pada 18-19 Juni di 21 puskesmas,” jelas Purwati, Minggu (5/6).
Purwati menjelaskan, apabila hasilnya positif, maka akan menjalani isolasi selama 10 hari. Pihaknya mengimbau CJH menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar Wiharso mengatakan, apabila ada CJH yang terkonfirmasi positif hasil swab PCR tentu harus mengikuti SOP dari dinas kesehatan. Yakni sebelumnya harus menjalani isolasi.
”Kalau yang bersangkutan harus isolasi, akan diikutkan kelompok penerbangan berikutnya,” terang Wiharso.
Wiharso mengungkapkan, CJH yang tertunda jadwal keberangkatannya ke Arab Saudi karena positif Covid-19, tetap bisa bergabung bersama kloter semula. Namun hal itu dilakukan setibanya di Tanah Suci. Dia menekankan kepada para jamaah supaya tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga psikis.
”Kemarin yang sudah terbang (kloter awal), ketika sudah masuk asrama haji tidak ada yang positif. Dari 426 jamaah calon haji asal Karanganyar tergabung dalam dua kloter. 277 orang masuk kloter 25 bersama calon haji asal Kabupaten Tegal. Kemudian 149 orang masuk kloter 26 bersama calon haji asal Kabupaten Cilacap,” jelasnya.
Mereka dijadwalkan memasuki Asrama Haji Donohudan Boyolali pada Senin (20/6) mendatang. ”Kloter 25 berangkat pada 21 Juni pukul 01.15. Kemudian Kloter 26 berangkat pada 21 Juni pukul 19.05,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram