Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Ingatkan Kembali Aksara Jawa

Damianus Bram • Selasa, 7 Juni 2022 | 03:58 WIB
DENGARKAN MATERI: Workshop aksara Jawa yang diikuti generasi muda, Senin (6/6). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
DENGARKAN MATERI: Workshop aksara Jawa yang diikuti generasi muda, Senin (6/6). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR – Kenalkan aksara Jawa ke generasi muda, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mulai gencar sosialisasi ke masyarakat. Salah satunya dengan workshop penulisan aksara Jawa, Senin (6/6). Pesertanya guru dan mahasiswa.

Sekretaris utama Perpustakaan Nasional Ofy Sofiana mengatakan, workshop penulisan aksara Jawa ini pertama diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional. Sudah direncanakan pada 2020. Akan tetapi tertunda karena pandemi Covid-19.

”Ini merupakan implementasi dari tagline Perpustakaan Nasional 2022 yaitu transformasi digital untuk menciptakan ekosistem digital nasional. Perkembangan ekosistem digital dapat memberikan andil dalam revolusi industri 4.0, termasuk perkembangan aksara daerah dalam bentuk digital,” kata Ofy.

Ofy menambahkan, perhatian dan minat terhadap perkembangan aksara daerah akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Beberapa jenis font dari berbagai aksara mulai muncul di dunia maya, tidak terkecuali aksara Jawa.

Beranjak dari kondisi tersebut, Perpustakaan Nasional perlu mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat dan mempromosikan keberadaan aksara daerah sesuai perkembangan teknologi.

Diharapkan, alumni workshop tersebut dapat menularkan pengetahuan yang didapat kepada lingkungan kerja dan para peserta didiknya.

Panita pelaksanaan Workshop Aksara Jawa Luthfiati Makarim mengungkapkan, kegiatan ini digelar selama 15 hari, diikuti 30. Pembelajarannya tentang tata tulis dan tata bahasa manuskrip Jawa periode abad 17, 18, dan 19.

”Pembelajaran mulai dari tata tulis dan tata bahasa tiga jenis teks Jawa Kuna, yakni parwa, kakawin, dan prasasti. Dan kemudian pembelajaran pada paruh akhir minggu kedua berisi tentang digitalisasi aksara Jawa yang meliputi sistem digitalisasi aksara, sistem pengetikan aksara, dan regulasi digitalisasi,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#belajar aksara jawa #Workshop Penulisan Aksara Jawa #aksara jawa #Perpustakaan Nasional Republik Indonesia