Berbagai sesaji berisi ingkung panggang, nasi, buah-buahan, sayuran dan lainnya dibawa ke pelataran Candi Cetho. Tepatnya Palinggihan Eyang Krincing Wesi. Warga mulai membacakan kidungan yang dipimpin langsung oleh Pemangku umat, Mangku Gede Mahardika.
Mangku Gede Mahardika menyampaikan, serangkaian peringatan Hari Raya Galungan telah dimulai sejak Selasa (7/6). Mulai penampahan galungan kemudian pembuatan penjor dan sesaji.
”Ya kalau puncaknya untuk peringatan galungan hari ini. Ini merupakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan). Kembali ke jati diri,” ucapnya.
Dia berharap dalam peringatan Galungan membawa ketenteraman bangsa Indonesia. Galungan ini memunculkan rasa nasionalisme yang tinggi.
”Harapannya negara ini lebih tenteram, dan damai. Umat diberikan kesehatan,” ungkapnya.
Usai acara, sesaji yang telah dikumpulkan kemudian dibagikan kepada warga yang mengikuti Galungan untuk dimakan bersama.
Suroto warga setempat mengaku, prosesi Galungan memang rutin digelar di pelataran Candi Cetho. Namun karena beberapa tahun lalu terdapat adanya Covid-19, maka pelaksanaan Galungan sebelumnya sempat dibatasi.
”Kalau dulu masih pandemi, beberapa warga yang boleh ikut saja. Karena untuk menghindari kerumunan, tapi untuk kali ini, semua bisa ikut karena sudah ada kelonggaran,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram