Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, pemkab terus berinovasi dalam pengembangan pertanian organik. Diharapkan nantinya mampu menopang mengenalkan produknya ke tingkat nasional dan internasional.
”Pemerintah kedepan akan mendorong pertanian organik agar bisa dikenal masyarakat secara luas, tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga dunia. Untuk itu, ke depan kami akan mencanangkan Kabupaten Karanganyar sebagai penghasil pertanian organik,” kata Rober saat panen padi organik di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Senin (20/6).
Rober mengungkapkan, dengan pola pertanian organik yang saat ini mulai dikembangkan kelompok tani organik, pihaknya optimistis bisa mendatangkan efek yang luar biasa, khususnya dalam bidang industri dan wisata.
”Tinggal dikemas dengan baik, wisata untuk pertanian organik sudah dikembangkan beberapa desa di Karanganyar ini. Mestinya, kalau sudah banyak pertanian organik, Karanganyar akan menjadi jujukan bagi masyarakat di luar daerah untuk belajar ke Karanganyar,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Supriyanto) yang ikut hadir di acara tersebut mengungkapkan, kolaborasi petani zaman dulu dengan petani modern di Desa Gentungan ini, merupakan gerakan yang bisa diandalkan. Hal itu menjadi potensi ekonomi yang sangat apik. Apalagi didukung pihak akademisi.
”Saya berpesan jangan hanya pertanian padi saja yang organik. Tetapi pertanian sayur organik juga kalau bisa dikembangkan. Saya lihat di wilayah atas (lereng Lawu,Red) itu bagus. Dan kami siap membantu membuka pasar organik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar Siti Maesaroh mengungkapkan, pihaknya memberikan fasilitas pupuk organik dan menyertifikatkan lahan pertanian organik agar tidak terbebas dari bahan kimia.
”Untuk penyertifikatan lahan organik, per bidangnya kami anggarkan Rp 40 juta. Di Karanganyar saat ini sudah hampir 1.000 hektare lahan pertanian organik,” jelas Siti. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram