Pantauan Jawa Pos Radar Solo, dari rumah duka Thiong Thing, Solo, jenazah Susyana Lukminto dibawa ke kompleks perusahaan PT Sritex di Sukoharjo.
Peti jenazah dibawa menggunakan kendaraan bus, yang juga berisi anak-anak dan keluarga almarhumah. Di sejumlah titik menuju pabrik utama di Sukoharjo, tampak puluhan karyawan Sritex menanti di pinggir jalan dan melambaikan tangan sebagai penghormatan terakhir. Diketahui, Sritex Group sendiri memang memiliki sejumlah pabrik di Sukoharjo maupun wilayah lain.
Dari Sukoharjo, jenazah lalu diberangkatkan menuju pemakaman keluarga Shri Garden seluas kurang lebih 14 hektare yang berlokasi di Delingan, Sukoharjo.
Rombongan tiba di pemakaman sekitar pukul 12.30 WIB. Di sini, juga tampak ribuan karyawan Sritex yang berjalan hingga ke lokasi pemakaman. Selain itu, juga hadir sejumlah pejabat daerah, termasuk dari unsur TNI dan Polri.
Jenazah Susyana Lukminto dimakamkan di dekat makam sang suami, HM Lukminto, yang meninggal pada 2014 silam. Tepatnya di sebelah sisi kanan.
Sebelum jenazah dimasukkan liang kubur, putra pertama HM Lukminto, Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan, pihaknya berterima kasih kepada semua masyarakat dan segenap kerabat karena sampai saat ini masih mengelola perusahaan Sritex Gruop yang ada di sejumlah wilayah.
Kehadiran karyawan dan pimpinan perusahaan secara langsung di kompleks pemakaman Shri Garden, menurut Iwan, merupakan penyejuk bagi keluarga besar HM Lukminto dalam mengantarkan almarhumah ibunya yang meninggal dalam usia 75 tahun.
"Banyak pendidikan yang diajarkan oleh mama. Beliau selalu menginspirasi orang-orang terdekatnya dan masyarakat. Semua amanat mama menjadi tuntunan bagi kami. Sekarang mama sudah tidak sakit lagi, sudah tenang di sana, bersama dengan papa. Rumah mama sudah jadi dan mahkota siap dipakai. Kami di sini bangga, selamat jalan mama," terang Iwan Setiawan.
Di sis lain, Sutarno, karyawan PT Sariwarna 3 (Sritex Group) mengatakan, belasan ribu karyawan ikut menyaksikan pemakaman Susyana Lukminto. Mereka tampak berjalan berbaris sejak jalan utama sampai kompleks pemakaman. Hal itu sebagai bentuk penghormatan terakhir mereka terhadap istri pendiri Sritex.
"Tidak hanya di sini saja. Jadi di lokasi perusahaan yang dilewati oleh almarhumah, semua memberikan penghormatan terakhir dengan berdiri dan melambaikan tangan ke almarhumah. Di sini hanya beberapa persennya saja karena perusahaan masih tetep berproduksi," ucap Sutarno. (rud/ria) Editor : Syahaamah Fikria