Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku bakal berkirim surat ke kementerian terkait agar diizinkan menggelar CFD di jalan nasional tersebut. Selain itu, Bupati meminta camat Colomadu berkoordinasi dengan forkompimca setempat untuk mempersiapkan pengalihan arus.
”Saya sudah perintahkan pak camat Colomadu agar jalan di depan kantor kecamatan bisa ditutup untuk kegiatan car free day,” kata Bupati saat menghadiri pagelaran wayang kulit di halaman Kantor Kecamatan Colomadu, Selasa (30/8) malam.
Bupati menambahkan, penutupan Jalan Adi Sucipto juga untuk memberi kesempatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memamerkan usahanya ke masyarakat.
”Colomadu ini nanti akan menjadi wilayah yang maju. Sudah kami tata untuk tata ruangnya. Karena hunian paling ramai dan berkembang itu adalah Colomadu. Apalagi nanti akan ada pembangunan jalan tol Solo-Jogjakarta,” imbuh Bupati.
Sekadar informasi, sesuai hasil kajian para akademisi, Kecamatan Colomadu dan Kecamatan Grogol, Sukoharjo tergolong dalam pusat kegiatan lokal promosi (PKLP) pada masing-masing kabupaten. Selain itu berperan sebagai Wilayah Peri Urban (WPU) Kota Surakarta karena memiliki persamaan dan perbedaan perkembangan.
Camat Colomadu Sriyono Budi Santoso mengaku segera berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian dan dinas perhubungan. ”Kami segera jalankan instruksi itu. Karena harus disiapkan dengan baik, terutama untuk pengalihan arus lalu lintasnya, ya semoga saja nanti September bisa dimulai CFD-nya itu,” terang Eko.
Eko menambahkan, usulan CFD Colomadu akan digelar setiap Minggu pagi mulai dari simpang empat Colomadu hingga depan The Alana Hotel & Convention Center. Jalan tersebut ditutup separo dari pukul 06.00-09.00.
”Pengajuan ke pemerintah pusat untuk izinnya akan disampaikan oleh pak bupati. Banyak masyarakat yang saat ini menunggu (CFD) itu, termasuk tamu hotel di Colomadu juga banyak yang mengharapkan agar Minggu pagi di wilayah Colomadu digelar CFD,” tandas Eko. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram