Koordinator tim BPCB pemugaran Candi Ceto Eko Arifianto mengatakan, pembatasan dilakukan sampai November tahun ini. Hal itu dilakukan agar proses pemugaran sejumlah tumpukan batu di candi itubisa segera selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan BPCB Jateng.
"Ada beberapa yang kami pugar, seperti selasar bawah candi, kemudian gapura, dan pagar. Ada beberapa penambahan batu, kemudian ada juga penataan batu yang sebelumnya sudah bergeser," kata Eko.
Eko menambahkan, kondisi kerusakan candi yang merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit itu berada di sebelah utara bangunan candi, dim ana beberapa batu mulai bergeser akibat kondisi atau kontur tanah di wilayah candi.
"Yang ditambahkan itu jenis batunya sama seperti untuk bangunan pagar, tapi untuk bangunan candi dan gapura kami tata kembali karena sudah mengalami pergeseran. Kami tata ulang kontruksinya," imbuhnya.
Di sisi lain, Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Karanganyar Sunardi mengungkapkan, kerusakan Candi Ceto ini sudah terjadi sejak setahun lalu. Dikhawatirkan ini akan berdampak pada wisatawan.
"Kemungkinan kerusakan struktur candi itu karena kondisi tanah. Kalau di Prambanan atau wilayah Klaten, Jogja dan Magelang itukan kemarin karena ada gempa, tapi kalau di Candi Ceto ini karena tanah renggang itu," ujarnya. (rud/bun/dam) Editor : Damianus Bram