Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Yulianto melalui Kaur Bin Ops (KBO) Iptu Anggoro Wahyu mengungkapkan, kepadatan arus lalu lintas mulai terjadi bawah jembatan Fly Over Palur hingga jembatan Jurug.
Untuk mengantisipasi adanya kemacetan disiagakan personel di jam-jam sibuk. Mulai pukul 06.00-08.00 dan pukul 16.00-18.00. Selain itu, didirikan pos pemantauan lalu lintas di bawah jembatan fly over tersebut untuk mengantisipasi kepadatan.
”Petugas akan kami siapkan pagi dan sore di jam-jam sibuk. Kemudian juga di hari libur atau weekend juga akan kami siapkan untuk mengatur lalu lintas,” terang Anggoro.
Anggoro menambahkan, dengan adanya pembangunan jembatan Jurug, masyarakat diminta mencari jalan alternatif lainnya. Agar nantinya selama pembangunan tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas.
”Beberapa rute alternatif sudah kami sebarkan melalui media sosial. Di antaranya jalur alternatif melalui jembatan Mojo, jalan lingkar utara atau ring road. Untuk kendaraan besar bisa langsung ke ring road atau melalui pintu tol Kebakkramat,” jelas Anggoro.
Setiap hari akan dieakukan evaluasi secara periodik untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Mengingat proyek jembatan Jurug diperkirakan baru selesai pertengahan 2023 mendatang.
Sementara itu, pelaksana proyek jembatan Jurug dari PT Utama Karya Infrastruktur Sigiet Arief Wijanarko mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran satlantas dan dishub, baik Karanganyar maupun Kota Solo.
”Sudah kami komunikasikan dengan pihak terkait, persiapan yang paling urgent atau yang menjadi kendala adalah material. Karena itu nanti bisa sedikit mengganggu arus lalu lintas,” tandasnya. (rud/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria