Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Karanganyar Dwi Cahyono mengungkapkan, hasil pendataan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 25 desa masuk kategori miskin ekstrem. Tersebar di Kecamatan Jatiyoso, Jenawi, Jumantono, Jumapolo, dan Karangpandan.
”Setelah diverifikasi, data dari kementerian ternyata masih banyak masyarakat yang masuk kategori miskin. Untuk itu, kemarin kami lakukan kegiatan untuk membentuk forum penanganan kemiskinan,” kata Dwi, Rabu (28/9).
Pihaknya juga berharap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) atau instasni terkait seperti TNI dan Polri bisa bersama-sama membuat program pengentasan kemiskinan di Bumi Intanpari.
”Beberapa program dari dinas, Basnaz bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang masih miskin,” paparnya.
Di sisi lain, data kemiskinan di Kabupaten Karanganyar pada 2020 lalu ada kenaikan dibanding 2019. Lantaran adanya pandemi Covid-19. Pada 2019, tingkat kemiskinan tercatat 9,55 persen dari penduduk di Karanganyar. Kemudian meningkat menjadi 10,28 persen pada 2020. Pada 2021 kembali mengalami peningkatan menjadi 10,68 persen. (rud/adi/dam)
25 Desa dengan Kondisi Kemiskinan Ekstrem
- Kecamatan Jumapolo (Bakalan, Jumantoro, Jumapolo, Kedawung, Paseban)
- Kecamatan Jatiyoso (Jatiyoso, Karangsari, Wonokeling, Wonorejo, Wukirsawit)
- Kecamatan Jenawi (Gumeng, Jenawi, Lempong, Sidomukti, Trengguli)
- Kecamatan Karangpandan (Doplang, Gerdu, Gondangmanis, Ngemplak, Tohkuning)
- Kecamatan Jumantono (Gemantar, Kebak, Sedayu, Sringin, Tugu)
Sumber: BAPERLITBANG KABUPATEN KARANGANYAR Editor : Damianus Bram