Sebab itu, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar berjanji segera melakukan kajian guna menghidupkan fasilitas tersebut.
“Secepatnya mencari solusi agar pemanfaatan rest area dirasakan masyarakat," terang pelaksana tugas (PLt) Disparpora Karanganyar Timotius Suryadi, Rabu (5/10).
Diakui Timo, sapaan akrab Timotius Suryadi, rest area kurang optimal karena sejumlah anggaran di pemkab mengalami refocusing untuk penanganan pandemi selama dua tahun terakhir.
Kapan rest area Candi Sukuh dihidupkan? Timo menyebut akan diusulkan pada APBD Perubahan 2023. Konsep awal bangunan tersebut untuk penginapan, pusat oleh-oleh, kerajinan tangan, UMKM, serta pusat informasi bagi wisatawan.
Anggota Komisi B DPRD Karanganyar Ade Eliana menuturkan, mangkraknya rest area akan dibahas pada pandangan umum fraksi dalam agenda APBD Penetapan 2023.
"Nanti ada penyampaian pandangan fraksi. Bisa saya tanyakan ke pemerintah terkait pemanfaatan gedung tersebut. Tindak lanjutnya bagaimana," terang politisi Partai Gerindra tersebut. (rud/wa/dam) Editor : Damianus Bram