Koordinator aksi penutupan TPA Sukosari Purwanto mengungkapkan, warga sudah jenuh dengan persoalan sampah di TPA yang selama ini mengganggu kelangsungan hidup warga Suko. Apalagi, sudah hampir dua tahun tidak ada kejelasan sama sekali terkait perbaikan pengelolaan sampah TPA Sukosari.
”Kami inginnya ya ditutup. Karena warga sudah banyak yang menjadi korban adanya luapan sampah yang saat ini terus mengancam kesehatan kami. Apalagi ini nanti musim penghujan, dampak melubernya sampah akan semakin dirasakan warga,” kata Purwanto.
Kepala Desa Sukosari Sulardi mengakui, TPA Sukosari sudah melebihi batas maksimal. Kondisi itu sudah diusulkan dan menjadi bahan diskusi jajaran Pemkab Karanganyar. Namun sampai saat ini, pemerintah belum ada solusi.
”Kami sudah serahkan persoalan ini ke pemerintah kabupaten, karena sebelumnya pemerintah kabupaten juga sudah melakukan pembahasan,” singkatnya.
Di sisi lain, akibat aksi blokade pintu Sukosari, truk pengangkut sampah harus dihentikan sementara. ”Kami menunggu hasil rapat pimpinan. Sampah yang akan dikirim ke TPA Sukosari dihentikan sementara,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar Renggo Buwono.
Renggo mengungkapkan, sampah yang dibuang ke TPA Sukosari setiap hari sekira 20 unit truk. Baik dari sampah rumah tangga maupun sampah dari pasar hingga perkantoran. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram