Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karanganyar Heri Sutrisno menjelaskan, para peserta wajib membawakan tarian dan tembang khas Bumi Intanpari, yakni Karang Kumandan. Tarian dan tembang tersebut ciptaan Disdikbud.
Rencananya, para pemenang festival ini berhak tampil pada puncak perayaan Hari Jadi Ke-105 Kabupaten Karanganyar. “Wajib membawakan tembang dan tarian Karang Kumandan, agar bisa menjadi tarian khusus dan khas Karanganyar. Terutama untuk menyambut tamu-tamu di setiap acara kedinasan,” kata Heri, kemarin (4/11).
Heri menambahkan, festival budaya diikuti 16 perwakilan guru yang tergabung dalam PGRI. Termasuk belasan kelompok karawitan SD dan SMP.
“Peserta grup karawitan itu ada 16 SD dan 19 dari SMP. Sedangkan untuk peserta tari, ada 17 anak SD, 23 SMP, dan 9 SMA/SMK di Karanganyar,” imbuhnya.
Sementara itu, tarian dan tembang Karang Kumandan menggambarkan perjuangan dari pendiri Kabupaten Karanganyar, yakni Nyi Ageng Karang dan Raden Mas Said. Mereka dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan Bumi Intanpari dari tangan penjajah. (rud/fer) Editor : Damianus Bram