Panitia Festival Padang Bulan Isnin Sholihin menjelaskan, ajang ini menampilkan 105 penari. Termasuk sejumlah seniman dan budayawan dari Karanganyar, hingga luar negeri. Sebagai wujud semangat kebersamaan antara Pemkab Karanganyar dengan seluruh elemen masyarakat. Dalam upaya melestarikan dan memberdayakan potensi budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif.
“Kabupaten Karanganyar memiliki potensi di berbagai bidang. Mulai dari seni budaya, sejarah, dan situs cagar budaya. Termasuk ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan, kerajinan, sentra UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), keindahan alam, hingga pariwisata,” ungkap Isnin.
Isnin menambahkan, Festival Padang Bulan diyakini bakal menjadi embrio dan event perdana International Pasar Moon Festival di Indonesia. “Kami akan bersinergi dan berharap bantuan dana dari Pemkab Karanganyar. Supaya acara tersebut dapat terealisasi,” imbuhnya.
Hadir dalam festival, Bupati Karanganyar Juliyatmono. Pria yang akrab disapa Yuli ini berharap, festival ini bisa menjadi aspek pendukung keberadaan Candi Cetho. Sehingga Bumi Intanpari bisa mengukuhkan diri sebagai life center of alias pusat peradaban nusantara.
“Festival Padang Bulan ini dimaknai sebagai kesempurnaan. Semoga Karanganyar menjadi padhang jingglang. Mampu menjadi salah satu kabupaten yang dikenal tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mata international. Melalui bebagai kekayaan kebudayaan dan keseniannya,” ungkap Yuli. (rud/fer/dam) Editor : Damianus Bram