Tercatat 3.000 benih ikan nila ditebar. Kegiatan dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono. Didampingi Kepala Dispertan PP Karanganyar Siti Maesaroh, beserta jajaran Muspika Mojogedang.
“Selain menaikan AKI, kami berharap masyarakat di Karanganyar yang memiliki embung agar digunakan sebaik mungkin. Dikelola dengan baik, ekosistemnya dijaga. Jangan sampai ada pencemaran lingkungan,” ucap Yuli (sapaan akrab Juliyatmono).
Yuli juga berharap, embung yang ada bisa dimanfaatkan untuk pariwisata. Namun harus digarap dengan serius, agar wisatawan betah plesiran. “Masyarakat di sekitar embung harus hidup guyub rukun,” imbuhnya.
Kepala Dispertan PP Karanganyar Siti Maesaroh menyebut sepanjang 2022, sudah menebar 50 ribu bibit ikan di sejumlah waduk. Termasuk sejumlah sungai di Bumi Intanpari dan diserahkan ke kelompok masyarakat.
“Di Karanganyar, angka AKI masih rendah. Hanya 22 persen. Padahal Jawa Tengah sudah 37 persen dan nasional 55 persen,” ujarnya.
Siti mengaku rendahnya AKI karena Karanganyar tidak dikelilingi lautan. Potensi perairan yang ada, hanya berupa embung, waduk, dan sungai. “Maka kami sebar benih ikan di sana. Harapannya masyarakat bisa mengkonsumsi ikan dengan baik,” terangnya. (rud/fer/dam) Editor : Damianus Bram