Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

9 Sapi di Karanganyar Terjangkit LSD, Waspada Beli Ternak dari Luar Daerah

Damianus Bram • Senin, 16 Januari 2023 | 03:25 WIB
PENCEGAHAN: Petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar memeriksa kondisi sapi di pasar hewan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
PENCEGAHAN: Petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar memeriksa kondisi sapi di pasar hewan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD) mulai menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Karanganyar. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) mencatat sudah ada sembilan sapi yang terkena penyakit tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan PP Kabupaten Karanganyar Heri Sulistyo mengungkapkan, setelah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), peternak Karanganyar diimbau menjaga kesehatan ternak mereka. Pasalnya, pihaknya baru saja menemukan ternak di Gondangrejo yang terindikasi terjangkit LSD. Hal itu dapat mempengaruhi produksi dan perekonomian peternak.

”Penemuan kasusnya di Desa Kragan (Gondangrejo,Red), ada beberapa sapi yang terkena wabah (LSD) tersebut. Sebelum meluas, kami mengimbau peternak sapi terus menjaga kebersihan kandang mereka,” terang Hari, Minggu (15/1/2023).

Hari menambahkan, pihaknya mendapatkan laporan dari peternak di wilayah perbatasan jika hewan ternak mereka mendadak bergejala bentol bagian kulit. Setelah diinfokan ke Balai Besar Veteriner (BBV) Wates Jogjakarta, kemudian dilakukan pengambilan sampel. Hasilnya ternak tersebut positif terkena wabah LSD.

”Sudah kami tangani dan diberi obat agar penyakit tersebut tidak menular ke hewan lainnya,” ucap Hari.

Hari juga meminta petugas Dispertan PP bisa mensosialisasikan penyakit tersebut. Serta mengedukasi peternak melakukan pencegahan sama halnya saat menangani PMK. Yakni memperhatikan kebersihan kandang dan mengantisipasi pembelian hewan ternak khususnya sapi dari luar daerah.

”Saat ini kami masih menunggu arahan dari pemangku kebijakan apakah akan ada penutupan pasar hewan atau bagaimana. Karena kalau tidak dbatasi, bisa meluas,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Penyakit LSD Ternak #Penyakit LSD #lumpy skin disease #penyakit ternak #Dispertan PP Karanganyar