Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, pasutri tersebut diketahui keluar rumah pada Sabtu malam. Keduanya berboncengan naik sepeda motor, hendak pergi memeriksakan kesehatan Sunarti yang menderita stroke.
Selang beberapa jam, salah seorang warga yang kebetulan berada dekat dengan aliran sungai curiga. Dia mendapati satu unit sepeda motor tergeletak di pinggiran sungai. Di samping motor, terdapat sebuah helm warna hitam dan sandal jepit.
Saksi tersebut lalu mengajak warga lainnya untuk mencari tahu. Mereka kaget setelah menemukan jasad Sunarti tersangkut jaring aliran sungai, tak jauh dari lokasi penemuan motor. Ditemukan sekira pukul 21.30.
Keesokan harinya, Minggu (29/1/2023), pencarian jasad Rakiyo melibatkan sejumlah relawan, TNI/Polri, berserta warga. Akhirnya jasad suami Sunarti tersebut ditemukan sekira pukul 09.45. Lokasinya berada di dasar sungai.
“Jasad korban laki-laki belum sampai tersangkut ke jaring-jaring sungai. Masih berada di dekat lokasi, di mana sepeda motor keduanya ditemukan,” kata Wahyudi, warga Dusun Pungkuk, Desa Jetis, Minggu (29/1/2023).
Saat dikonfirmasi, Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Y.H. Kumontoy melalui Kapolsek Jaten AKP Yuni Marsianto membenarkan kejadian tersbut. Menurut kapolrs, jasad keduanya langsung dilarikan ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk diotopsi. Belum diketahui secara pasti, penyebab pasutri tersebut meninggal dunia.
“Kami masih melakukan penyelidikan penyebab keduanya meninggal, dan ditemukan di aliran sungai. Kami masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk anak dari kedua korban,” terang kapolsek. (rud/fer/dam) Editor : Damianus Bram