Musrenbang kali ini jadi acuan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Pemkab Karanganyar pada 2024 mendatang. Dalam musrembang kecamatan dihadiri perwakilan tokoh masyarakat, kepala desa, TNI, Polri, dan DPRD.
Kepala Baperlitbang Karanganyar Dwi Cahyono mengungkapkan, saat ini dari 17 kecamatan, tinggal empat kecamatan yang masih menggelar musrembangcam. Dari hasil laporan, rata-rata mengusulkan perbaikan infrastruktur.
”Nanti setelah kecamatan selesai, akan dilanjutkan bersama dengan forum gabungan di masing-masing bidang yang ada di dinas. Baru setelah itu dilakukan musrembang kabupaten. Memang mayoritas usulan dari kecamatan masih banyak soal infrastruktur, jalan, dan jembatan. Tapi ada juga yang sudah pemberdayaan,” terang Dwi, Senin (20/2/2023).
Dwi menambahkan, sesuai rencana strategis 2024 mendatang, Pemkab Karanganyar fokus penanganan kemiskinan yang saat ini masih di angka 10 persen dari jumlah penduduk di Karanganyar.
”Target penurunan kemiskinan pada 2023 bisa di angka 8,90 persen,” terang Dwi.
Sementara itu, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengungkapkan, usulan dalam musrenbang kecamatan meliputi beberapa bidang. Mulai dari fisik, sosial, budaya, kesehatan dan lainnya. Sejumlah usulan tersebut nantinya akan dikaji oleh OPD untuk menentukan mana yang menjadi prioritas.
”Usulan saya salah satu itu, kondisi secara nasional harus disinergikan seperti penanganan kemiskinan ekstrem,” ucapnya usai menghadiri musrenbang tingkat kecamatan di Kantor Kecamatan Jaten, kemarin (20/2).
Bagus menambahkan, meskipun usulan tersebut disesuaikan dengan pendapatan asli daerah (PAD), apabila nantinya keuangan daerah tidak mampu mengakomodasi dapat diupayakan bantuan dari DPRD provinsi maupun DPR RI. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram