Kedelapan pos tersebut, di antaranya di exit tol Colomadu, exit tol Karanganyar, exit tol Gondangrejo, Alun-Alun Karanganyar, dan sejumlah objek wisata. Sedangkan terkait Operasi Ketupat Candi 2023 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub).
“Sesuai data yang kami terima, nanti dari Karanganyar ada 34 perwakilan buruh yang akan berangkat ke Jakarta. Mereka akan mengikuti peringatan May Day atau hari buruh,” terang kapolres.
Selain itu, kapolres berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut memberi edukasi kepada umatnya. Agar ikut menjaga kondusivitas Bumi Intanpari selama momentum Lebaran ini.
“Sudah kami siapkan dan prediksi untuk kondusivitas masyarakat. Ada peningkatan 45 persen dari kondisi sebelumnya. Seperti arus lalu lintas, kemudian pasar di beberapa wilayah, kemacetan jalan, dan beberapa kondisi lainnya. Ini perlu diwaspadai, terutama di kawasan objek wisata yang ada di Karanganyar. Baik menjelang dan pascalebaran,” imbuh kapolres.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengingatkan potensi kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Mengingat saat ini sudah tidak ada lagi pembatasan mobilitas masyarakat.
Yuli (sapaan akrab Juliyatmono) berharap, petugas atau personel keamanan yang disiagakan di sejumlah pos pantau dan ruas jalan, dapat mencari solusi juga memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Temasuk ikut mengimbau masyarakat agar bisa menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.
“Ada beberapa lokasi yang harus menjadi titik perhatian. Seperti di kawasan yang dekat dengan pintu masuk atau exit tol. Kemudian ruas jalan menuju ke objek wisata. Biasanya setelah Lebaran atau bahkan setelah salat Id, banyak yang pergi berwisata ke Karanganyar,” pesan Yuli. (rud/fer/dam) Editor : Damianus Bram