“Akses jalan sudah diperbaiki. Silakan pemerintah desa maupun kabupaten untuk melakukan pengembangan wisata,” ujar Kepala BBWSBS Maryadi.
Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku sudah memiliki grand design pengembangan kawasan wisata di Bendungan Gondang dan Jlantah.
Yuli sapaan akrab Juliyatmono menyebut, lokasi setempat akan difokuskan untuk agrowisata. Meliputi pembuatan wisata air dan kuliner durian lokal. Khusus wisata air, pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan Waduk Gondang, tapi juga merasakan serunya sarana outbound. “Di sana juga terdapat vila milik BBWSBS yang bisa disewakan,” terang bupati.
Pengelolaan potensi Bendungan Gondang dan Jlantah, tentunya tetap memperhatikan fungsi utamanya sebagai tempat menampung air untuk beragam kebutuhan.
Karena itu, BBWSBS akan membentuk wadah yang diberi nama Komunitas Peduli Waduk. Anggotanya merupakan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, unsur TNI-Polri, serta elemen masyarakat lainnya.
Mereka akan menjadi garda depan dalam berdiskusi dan menggali aspirasi agar terbentuk sinergi bersama stakeholders yang efektif dan berkesinambungan.
“Komunitas itu harus ada, karena merekalah yang akan membantu menjaga keberlangsungan bendungan,” terang Maryadi.
Sesuai pengembangan wisata yang akan dilakukan pemerintah desa maupun kabupaten, di dua waduk tersebut, Bupati Karanganyar Juliyatmono tak ingin adanya operasional perahu.
“Saya tidak ingin ada penambahan wahana perahu apapun di Bendungan Gondang Maupun Jlantah. Karena itu bisa merusak kualitas air baku. Semua harus murni pengembangan agrowisata,” tegas bupati. (rud/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono