Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Fokus Agrowisata, Bupati Karanganyar: Jangan Ada Perahu di Bendungan Gondang dan Jlantah

Tri wahyu Cahyono • Senin, 24 April 2023 | 20:00 WIB
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Gondang. Infrastruktur ini bisa menampung 9,15 juta meter kubik air. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Gondang. Infrastruktur ini bisa menampung 9,15 juta meter kubik air. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARKARANGANYAR.COM- Mendukung program Pemkab Karanganyar untuk mengeksplor potensi wisata di Bendungan Gondang dan Bendungan Jlantah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyiapkan akses guna mempermudah wisatawan.

“Akses jalan sudah diperbaiki. Silakan pemerintah desa maupun kabupaten untuk melakukan pengembangan wisata,” ujar Kepala BBWSBS Maryadi.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku sudah memiliki grand design pengembangan kawasan wisata di Bendungan Gondang dan Jlantah.

Yuli sapaan akrab Juliyatmono menyebut, lokasi setempat akan difokuskan untuk agrowisata. Meliputi pembuatan wisata air dan kuliner durian lokal. Khusus wisata air, pengunjung tidak hanya dapat menikmati pemandangan Waduk Gondang, tapi juga merasakan serunya sarana outbound. “Di sana juga terdapat vila milik BBWSBS yang bisa disewakan,” terang bupati.

Pengelolaan potensi Bendungan Gondang dan Jlantah, tentunya tetap memperhatikan fungsi utamanya sebagai tempat menampung air untuk beragam kebutuhan.

Karena itu, BBWSBS akan membentuk wadah yang diberi nama Komunitas Peduli Waduk. Anggotanya merupakan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, unsur TNI-Polri, serta elemen masyarakat lainnya.

Mereka akan menjadi garda depan dalam berdiskusi dan menggali aspirasi agar terbentuk sinergi bersama stakeholders yang efektif dan berkesinambungan.

“Komunitas itu harus ada, karena merekalah yang akan membantu menjaga keberlangsungan bendungan,” terang Maryadi.

Sesuai pengembangan wisata yang akan dilakukan pemerintah desa maupun kabupaten, di dua waduk tersebut, Bupati Karanganyar Juliyatmono tak ingin adanya operasional perahu.

“Saya tidak ingin ada penambahan wahana perahu apapun di Bendungan Gondang Maupun Jlantah. Karena itu bisa merusak kualitas air baku. Semua harus murni pengembangan agrowisata,” tegas bupati. (rud/wa)

 

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#potensi pariwisata #karanganyar #bendungan jlantah #bendungan gondang #bupati karanganyar