Ribuan sampah dan ranting dahan pohon maupun bambu di aliran sungai tersebut berhasil dibersihkan. Harapannya, saat hujan lebat tidak lagi meluap membanjiri warga sekitar.
Ketua Relawan Jaten Tri Anggar mengungkapkan, pihaknya sengaja memilih lokasi di aliran sungai bawah jembatan Dalon lantaran selain sering terjadi luapan air, juga dipenuhi sampah.
”Fokus kami di situ dulu. Karena aliran tersebut banyak puing-puing atau ranting pohon yang masuk ke dalam aliran sungai. Kami khawatir kalau tidak segera dibersihkan bisa menghambat aliran sungai,” terang Tri Anggar.
Tri menambahkan, tidak hanya di wilayah Sroyo, relawan juga berencana melakukan pembersihan aliran sungai di wilayah Jaten yang rawan terhalang ranting pohon dan sampah.
”Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk bisa membantu kami dalam pembersihan terhadap aliran sungai di wilayah Jaten ini. Mulai dari wilayah Jumog sampai dengan Sroyo atau aliran Bengawan Solo,” paparnya.
Kepala Desa Sroyo Yulianto mengungkapkan, dengan adanya kegiatan tersebut, setidaknya ancaman banjir bagi masyarakat di wilayahnya sudah tidak ada lagi.
”Kalau airnya dari hulu deras dan luapan air Bengawan Solo, air itu masuk ke aliran itu semua, kemudian membanjiri warga. Kalau sudah dibersihkan, setidaknya sudah tidak ada hambatan air lagi dan bisa langsung ke Bengawan Solo,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram