Cukup banyak lahan kurang produktif yang menjadi aset Desa Pojok. Salah satunya lahan kosong seluas 1 hektarem, di sisi timur lapangan desa setempat. Lalu muncul ide untuk menyulapnya menjadi wahana rekreasi keluarga, pusat berkumpulnya pemuda, hingga mewadahi pelaku UMKM desa setempat.
Kepala Desa (Kades) Pojok Kukuh Ragil Putro menjelaskan, ide menggarap lahan minus itu muncul ketika anak-anak di kawasan tersebut tidak memiliki tempat bermain yang representatif. Dalam diskusi bersama warga sekitar, muncul ide memanfaatkan lahan berupa jurang di sisi timur lapangan.
“Kemudian saya pertimbangkan, apalagi lahannya berdekatan dengan jalan utama. Saya gunakan anggaran dana desa (DD) untuk mengelola lahan tersebut. Akhirnya warga juga mendukung program ini,” ungkap Kukuh, Jumat (2/6/2023).
Proses pembangunan lahan tidur menjadi taman, memerlukan waktu sekira setahun. Selain wahana bermain anak, taman tersebut juga dilengkapi pendapa berupa joglo untuk tempat berkumpulnya pemuda. Biasanya para pemuda berdiskusi, demi pengembangan perekonomian dan kesejahteraan warga setempat.
“Kami tidak hanya mengembangkan wahana bermain anak. Tapi juga beri kesempatan pelaku UMKM untuk meramaikan taman tersebut. Sehingga kesejahteraan UMKM juga meningkat,” imbuh Kukuh.
Di awal-awal pembukaan taman Wijaya Pojok, para pelaku UMKM digratiskan untuk berjualan. Namun dalam waktu dekat ini, pemdes setempat ingin membentuk suatu badan usaha milik desa (BUMDes). Supaya pengelolaan taman lebih profesional. Sehingga mampu mendongkrak PADes dari keberadaan taman ini.
“Rencana akhir tahun ini kami bentuk BUMDes yang khusus mengelola taman Wijaya Pojok. Karena kami melihat potensi dari taman tersebut sudah berkembang. Sudah ramai dikunjungi masyarakat,” beber Kukuh.
Karena belum terbentuk BUMDes, sementara pengelolaan taman menjadi tanggung jawab relawan dan karang taruna setempat. “UMKM yang mau jualan sementara gratis dulu. Parkir pengunjung juga gratis,” ujar Kukuh.
Sementara itu, pemdes berencana terus mengembangkan taman ini ke depannya. Harapannya kian banyak masyarakat dari luar daerah yang berkunjung. Salah satunya dengan menggelar berbagai event menarik.
“Beberapa event besar dari teman-teman komunitas sering digelar di taman ini. Pengunjung dan UMKM kami gratisan semua. Memang kemajuan taman cukup signifikan. Maka akan kami garap secara maksimal melalui BUMDes. Supaya PAD-nya juga maksimal,” tandas Kukuh. (rud/fer/dam) Editor : Damianus Bram