RADARKARANGANYAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mencatat delapan desa di Bumi Intanpari masuk kategori rawan kekeringan. BPBD menyiapkan satu unit mobil tangki untuk menyuplai air bersih jika ada permintaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar Muis Zamroni Aziz mengungkapkan, delapan desa rawan kekeringan tersebut di antaranya Desa Krendowahono, Desa Jatikuwung, Desa Karangturi, dan Desa Dayu di Kecamatan Gondangrejo.
Serta Desa Karangbangu, Desa Bakalan, Desa Jumapolo, dan Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo. Dari mitigasi yang dilakukan oleh BPBD, rata-rata ancaman kekeringan di desa tersebut lantaran debit air berkurang.
”Delapan desa itu dari satgas BPBD yang melakukan pengecekan di beberapa lokasi, khususnya wilayah-wilayah yang memang rawan kekeringan di musim kemarau ini,” ungkap Muis kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (9/8).
Muis menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan satu unit mobil tangki dan berkoordinasi dengan instansi terkait jika sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuan air bersih.
”Kami sudah stand by kan armada selama 24 jam. Kami sudah sebar informasi ke masyarakat melalui pemerintah desa masing-masing, serta beberapa teman relawan. Jika sewaktu-waktu membutuhkan air bersih, siap mendistribusikan,” jelasnya.
Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayatullah mengaku, sejauh ini kondisi air di wilayahnya masih aman dan cukup untuk kebutuhan warga. Di wilayahnya terdapat tiga dusun yang rawan kekeringan, yakni Dusun Ngrawan, Dusun Dukuh, dan Dusun Ngledok.
”Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kabupaten khususnya BPBD untuk mengantisipasi adanya kekeringan. Beberapa warga juga sudah kami imbau agar menyiapkan tempat untuk penampungan air jika sewaktu-waktu terjadi kekeringan,” tandasnya. (rud/adi)
KECAMATAN GONDANGREJO
- Desa Krendowahono
- Desa Jatikuwung
- Desa Karangturi
- Desa Dayu
KECAMATAN JUMAPOLO
- Desa Karangbangu
- Desa Bakalan
- Desa Jumapolo
- Desa Kedawung