Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mengenal Mayjen TNI Yudomo SHD, yang Namanya Digunakan untuk Mengganti Jalan Slamet Riyadi di Karanganyar

Rudi Hartono RS • Jumat, 11 Agustus 2023 | 22:26 WIB
Laksamana Muda Purnawirawan Yoedoko bercerita tentang kiprah dan perjalanan hidup kakaknya  Mayjen TNI Purn Yudom, yang namanya kini digunakan untuk mengganti nama Jalan Slamet Riyadi.
Laksamana Muda Purnawirawan Yoedoko bercerita tentang kiprah dan perjalanan hidup kakaknya Mayjen TNI Purn Yudom, yang namanya kini digunakan untuk mengganti nama Jalan Slamet Riyadi.

RADARKARANGANYAR.COM - Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (11/8) pagi resmi mengganti nama Jalan Slamet Riyadi yang ada di Kelurahan Karanganyar Kota, menjadi Jalan Mayjen Yudomo SHD.

Menurut sejarah dan cerita dari keluarganya, Mayjen TNI Purn Yudomo sendiri memiliki nama lengkap yakni Yudomo Sastrosuhardjo.

Yudomo lahir pada tanggal 1 Maret 1949 di Karanganyar, Jawa Tengah. Dia adalah anak keempat dari 10 bersaudara dari pasangan Slamet Sastrosoehardjo dan Soertiyem.

Ayah Yudomo, Slamet Sastroseohardjo, merupakan seorang pegawai negeri di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar.

Setelah lulus dari SMA, Yudomo melanjutkan pendidikannya ke AKABRI Bagian Darat di Magelang. Ia lulus dengan pangkat letnan dua pada tahun 1971. Setelah menjadi instruktur di AKABRI Bagian Darat, Yudomo mengikuti pendidikan komando di Batujajar. Yudomo menyelesaikan pendidikan selama beberapa bulan lalu ditempatkan sebagai komandan peleton di Grup I Kopassandha.

Pada 7 Juli 1977, Yudomo menikah dengan Sri Mulyaningsih. Dalam pernikahannya, ia dikaruniai tiga orang anak bernama Nadilla Riani, Yudith Iradilla, dan Herwindo.

Yudomo diterjunkan ke Timor Timur dalam rangka Operasi Seroja pada tahun 1977. Yudomo meniti kariernya di Kopassandha pada awal tahun 1980 hingga mencapai jabatan perwira pembantu madya administrasi.

Di tahun 1988, Yudomo ditugaskan di Komando Daerah Militer II/Sriwijaya dan mengemban tugas sebagai Komandan Distrik Militer Kota Bandar Lampung, Komandan Distrik Militer Kota Palembang, dan Wakil Assisten Operasi Komando Daerah Militer II/Sriwijaya.

Di tahun 1992, Yudomo dilantik menjadi Asisten Operasi Komando Pelaksana Operasi Timor Timur dan dinaikkan jabatannya menjadi kolonel.

Yudomo kemudian dipindahkan ke Jakarta sebagai Asisten Sosial Politik Kepala Staf Daerah Militer Jayakarta pada tahun 1994. Ia kemudian kembali ke Kodam Udayana sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 162/ Wirabhakti. pada 14 November 1995, Yudomo mengakhiri masa jabatannya sebagai Danrem.

Kemudian Yudomo dipindahkan ke kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri II Kostrad.

Pada tanggal 14 November 1996, Yudomo dilantik sebagai Kepala Staf Garnisun Jakarta. Selama menjabat, Yudomo memimpin proses pengamanan pemilihan umum tahun 1997. Selain itu, Yudomo juga memimpin pengerahan pasukan huru-hara ketika terjadi kerusuhan saat kampanye di sejumlah wilayah Jakarta.

Yudomo mendapat promosi jabatan menjadi mayor jenderal pada tanggal 4 Agustus 1997. Yudomo resmi diangkat menjadi Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat. Beberapa bulan kemudian, namanya masuk bursa calon gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 1998.

Pada tanggal 27 Mei 1998, Yudomo dilantik menjadi Panglima Daerah Militer IX/Udayana. 8 hari kemudian, Yudomo melakukan kunjungan ke wilayah Timor Timur guna meninjau sejumlah pos operasi penting.

Yudomo berangkat dari Pangkalan Udara Dili pada pukul 07.16 WITA ke Kabupaten Baucau yang kemudian dilanjutkan perjalanan ke Kabupaten Viqueque. Yudomo bersama rombongan berencana meninjau Batalyon Tempur Teritorial 401 dan kodim di Viqueque. Tepat pukul 10.21 WITA, helikopter yang ditumpangi kehilangan kendali pada ketinggian 400 meter. Helikopter tersebut jatuh dan terbakar, Yudomo dan seluruh rombongan meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Jenazah Yudomo kemudian dibawa ke Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

"Ini adalah rumah orang tua kami mas, dulu rumah ini oleh bapak digunakan sebagai salah satu kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Beliau Almarhum Mas Yudomo itu lahir dan besar disini, beliau memiliki jiwa yang disiplin dan tegas. Kemudian setelah meninggal, dan semua keluarga tinggal di beberapa wilayah di Indonesia karena tugas, rumah ini ditinggal dan kesini kalau kita semua berkumpul bareng - bareng," kata adik Yudomo yakni Laksamana Muda Purnawirawan Yoedoko saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo. (rud)

Editor : Damianus Bram
#bupati karanganyar juliyatmono #Mayjen Yudomo SHD #jalan slamet riyadi