Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kemenparekraf Kembangkan Desa Perfilman di Karang

Rudi Hartono RS • Rabu, 6 September 2023 | 21:14 WIB
POTENSIAL: Sejumlah karya lokakarya dipamerkan di pendapa Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, kemarin (5/9).
POTENSIAL: Sejumlah karya lokakarya dipamerkan di pendapa Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, kemarin (5/9).

RADARKARANGANYAR.COM – Desa Karang di Kecamatan Karangpandan dikembangkan sebagai desa perfilman nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa Karang nantinya dijadikan sebagai salah satu pendukung pengembangan perfilman di Indonesia.

Hal itu setelah adanya inkubasi arsitektur dan interior di pendapa Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, kemarin (5/9).

Direktur Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu mengatakan, kegiatan inkubasi ini memberikan ruang pengembangan kompetensi sekaligus ruang aktualita bagi arsitek dan desainer interior muda dengan menghasilkan rancang desain kenusantaraan. Hasilnya dapat diimplementasikan oleh pemangku kepentingan dalam rangka percepatan program strategis pembangunan. Dalam hal ini di Jawa Tengah sebagai bagian kawasan superprioritas Borobudur.

”Objek intervensi desain pada inkubasi padsa 2023 adalah Watu Gambir Park (WGP), yaitu destinasi wisata seluas 4,5 hektare yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Karang. Saat ini WGP merupakan objek wisata alam dan budaya, ke depan juga dirancang sebagai ruang kreatif perfilman yang diharapkan juga mengungkit sektor ekraf lainnya, seperti desain, kuliner, fashion lainnya yang berdampak pada geliat ekonomi kreatif tingkat lokal, nasional maupun global,” terang Yuke.

Yuke menambahkan, dari hasil karya yang telah terkumpul, pihaknya juga akan membawa beberapa karya tersebut untuk nanti dipamerkan di Kemenparkraf. WGP saat ini memiliki wahana alam berupa danau, river tubing dan kolam renang, serta prasarana kreatif berupa amphiteater, pendopo pertemuan dan ruang workshop.

Dalam hal akomodasi WGP juga dilengkapi cottage dan camping ground. Saat ini WGP dikembangkan atas dasar konsep wisata perfilman. Di antaranya menggunakan pendekatan desain tematik perfilman desa dan pengembangan prasarana untuk mendukung atraksi wisata perfilman yang akan dikembangkan berupa ruang pemutaran film (bioskop desa), creative hub, ruang pertemuan dan studio.

Ketua Tim Steering Comite dalam pelaksanaan kegiatan Yunanto Nugroho mengungkapkan, lokakarya diikuti oleh 35 peserta yang memamerkan delapan desain dengan narasumber arsitek dan desainer profesional.

”Kami berharap hasil desain dapat didukung berbagai stakeholder,” terang Yunanto. (rud/adi)

Editor : Damianus Bram
#Desa Karang #Watu Gambir Park #kemenparekraf #desa perfilman