Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

2.000 Balita di Karanganyar Alami Stunting, Pemkab Ajak Swasta Tangani lewat CSR

Rudi Hartono RS • Jumat, 6 Oktober 2023 | 22:55 WIB
BERI PERHATIAN: Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan bantuan kepada anak-anak. Hal ini upaya mencegah kasus stunting di Karanganyar.
BERI PERHATIAN: Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan bantuan kepada anak-anak. Hal ini upaya mencegah kasus stunting di Karanganyar.

RADARKARANGANYAR.COM – Sebanyak 2.000 balita di Kabupaten Karanganyar mengalami stunting. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerja keras menggandeng sejumlah pihak untuk menekan kasus tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro mengatakan, ancaman gagal tumbuh atau stunting pada balita tersebar di semua kecamatan. Paling banyak terjadi di 17 desa tujuh kecamatan. Di antaranya Kecamatan Jatipuro, Jatiyoso, Gondangrejo, dan Jenawi.

”Ya rata-rata adalah pola asuh anak, kemudian asupan gizi dari orang tua juga kurang. Ada juga setelah melahirkan kemudian ditinggal untuk bekerja ke luar kota, dan anaknya diasuh oleh neneknya,” kata Agam, kemarin (5/10).

Pihaknya mengajak perusahaan swasta hingga badan usaha milik daerah (BUMD) untuk membantu penanganan stunting lewat corporate social responsibility (CSR). Mereka diarahkan untuk membantu gizi dan nutrisi bagi anak-anak  yang berpotensi mengalami stunting

”Program seperti itu tidak bisa langsung dilakukan sekali, akan tetapi berjenjang. Kami juga sudah melibatkan beberapa penyuluh keluarga berencana untuk terus melakukan pendataan dan pendampingan, agar bantuan itu nantinya tepat sasaran,” paparnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, yang hadir dalam penyaluran CSR salah satu bank di Karanganyar, kemarin, menyambut baik program tersebut. Karena program ini merupakan tindakan yang mulia dan bisa menyentuh nilai kemanusiaan.

”Butuh program lanjutan untuk penanganan stunting ini. Saya minta dinas terkait seperti dinas kesehatan dan DP3AKB, bersama tokoh masyarakat serta elemen lainnya untuk bisa mendukung gerakan atau program seperti ini. Diharapkan nanti kasus stunting di Karanganyar bisa berkurang,” tegasnya. (rud/adi)

Editor : Damianus Bram
#stunting #corporate social responsibility #DP3AKB Karanganyar #pemkab karanganyar #csr