RADARKARANGANYAR.COM – Dampak kekeringan di Kabupaten Karanganyar semakin meluas. Kini ada 3.550 jiwa yang kesulitan air bersih. Upaya dropping air bersih terus dilakukan, namun belum mencukupi.
Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Yoppy Nur Shendy mengungkapkan, dampak kekeringan saat ini meluas di enam kecamatan, 11 desa serta 16 dusun. Dropping air bersih ke warga yang terdampak kekeringan masih terus dilakukan.
”Ada penambahan untuk permintaan air bersih, yakni di Kecamatan Tasikmadu dan kecamatan Kerjo. Di dua kecamatan ini ada 425 jiwa yang mengalami kekurangan air bersih,” terang Yoppy, kemarin (9/10).
Yoppy menambahkan, total ada 1.011 kepala keluarga (KK) dengan 3.550 jiwa yang terdampak kekeringan. ”Kami sudah lakukan upaya dropping air bersih dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Setidaknya sesuai dengan data yang kami peroleh, pemerintah sudah menyalurkan 787.600 liter air bersih ke masyarakat yang terdampak kekeringan,” paparnya.
Camat Tasikmadu Joko Setyono membenarkan di salah satu wilayahnya mengalami kekeringan. Hal tersebut lantaran sejumlah sumber air di wilayah tersebut sudah mulai mengering dan debit airnya berkurang.
”Iya ada satu wilayah di Tasikmadu, kemarin kami sudah cek dan sudah kirimkan bantuan untuk dropping air bersih,” paparnya. (rud/adi)
Editor : Damianus Bram