RADARKARANGANYAR.COM – Komisi B DPRD Karanganyar memastikan mata air pemasok Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu aman di tengah kebakaran Gunung Lawu. Komisi B mengecek sumber matai air di Pancot, Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu, Selasa (10/10).
Pengecekan juga untuk memastikan apakah produksi air bersih untuk pelanggan PUDAM tercukupi secara sempurna atau tidak. Mengingat biaya untuk mendapatkan air bersih dari saluran PUDAM juga tidak murah.
”Kami melihat kondisi saluran air milik PUDAM langsung dari sumbernya, apakah ada kendala atau tidak setelah kebakaran Lawu. Mengingat ada laporan dari masyarakat terkait keterlambatan pasokan air di beberapa wilayah. Kadang nggak keluar, kadang angin saja, terlebih saat jam-jam pagi hari dan di sore hari,” terang Sekretaris Komisi B DPRD Karanganyar Bobby Aditya Putra.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Karanganyar ini menambahkan, kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu sampai saat ini belum padam 100 persen. Hal itu dikhawatirkan mempengaruhi pasokan air bersih.
”Sumber air di Pancot kan tidak jauh dengan lokasi kebakaran. Kami khawatir permasalahan telat pasok ini tidak sekadar berasal dari berkurangnya debit karena kemarau, tetapi juga karena adanya kerusakan pipa saluran air dari sumber di karena terbakar. Tetapi setelah kami cek, semua baik-baik saja,” tegasnya.
Direktur Teknik PUDAM Tirta Lawu, Suparno menjelaskan, suplai air dari sumber Pancot dialirkan ke 4.700 pengguna yang tersebar di beberapa kecamatan. Artinya dengan jumlah tersebut, pasokan air untuk warga Karanganyar dipastikan masih aman.
”Kami terus berbenah dan melakukan upaya optimal supaya semua pelanggan dapat terpenuhi kebutuhannya,” kata Suparno. (rud/adi)
Editor : Damianus Bram