Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Embung Plalar Kering, Petani Desa Kaliwuluh Beralih Tanam Jagung

Rudi Hartono RS • Selasa, 17 Oktober 2023 | 19:35 WIB
MENGERING: Embung Plalar di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat.
MENGERING: Embung Plalar di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat.

RADARKARANGANYAR.COM – Petani Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat beralih menanam jagung, beberapa waktu terakhir. Menyusul mengeringnya Embung Plalar di wilayah mereka. Selama ini, petani Kaliwuluh mengandalkan pengairan dari embung tersebut.

Salah seorang petani Desa Kaliwuluh, Anik mengaku kemarau panjang tahun ini menjadikannya memilih menanam jagung. Petani khawatir jika tetap menanam padi, berdampak pada hasil panen.

”Air di embung itu sudah tidak ada. Sejak beberapa bulan lalu, air di embung juga tidak cukup, karena sudah mengering. Makanya saya dan teman-teman petani lainnya memilih untuk menanam jagung,” ungkapnya, kemarin (16/10).

Kepala Desa Kaliwuluh, Suratmin mengungkapkan, keringnya Embung Plalar sudah terjadi sejak lima bulan terakhir. Embung Plalar saat ini direncanakan akan dikembangkan sebagai lokasi wisata air. Namun belum dikerjakan karena tidak cukup menampung air.

”Kalau musim hujan ya embung itu ada airnya. Kalau tidak ada musim hujan ya mengering, karena embung itu untuk menyimpan air memang kurang maksimal,” terang Suratmin.

Meski Embung Plalar kering, lanjut Suratmin, sebenarnya pertanian di Desa Kaliwuluh tidak begitu terganggu karena ada sumber air dari saluran irigasi Dam Colo. Selama air sungai sudetan dari Waduk Gajah Mungkur itu mengalir, warga Desa Kaliwuluh masih bisa menggarap sawahnya. Namun tidak bisa maksimal.

”Pertanian di Kaliwuluh selama air dari Gajah Mungkur tidak mati, itu masih aman. Warga sebenarnya bisa terbantu dari sumber itu,” imbuhnya. (rud/adi)

Editor : Damianus Bram
#Desa kaliwuluh #kekeringan #petani #jagung #Embung Plalar