Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemdes Kemuning Buka Suara Soal Video Alat Berat Cabuti Tanaman Teh, Klaim untuk Pelebaran Jalan

Rudi Hartono RS • Rabu, 22 November 2023 | 01:43 WIB
Tangkapan video alat berat lakukan pengerukan lahan dan cabuti tanaman teh dii kawasan kebun teh Desa Segorogunung, Ngargoyoso, Karanganyar.
Tangkapan video alat berat lakukan pengerukan lahan dan cabuti tanaman teh dii kawasan kebun teh Desa Segorogunung, Ngargoyoso, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Pemerintah Desa Kemuning buka suara atas geger video soal alat berat mencabuti tanaman di kebun teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar yang diduga merupakan tindakan eksploitasi.

Pemerintah desa mengklaim, pengerukan lahan dan pencabutan pohon teh di wilayah tersebut merupakan salah satu program untuk pelebaran jalan desa yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Sekretaris Desa Kemuning Arifin Budi Ismawan mengungkapkan, alat berat yang beroperasi di wilayahnya itu merupakan program pengerjaan untuk pelebaran jalan desa.

Bahkan sebelum proses pengerukan dan pencabutan pohon teh, kata dia, pemerintah desa juga sudah menerima surat dari pihak PT Rumpun Sari Kemuning (RSK) yang akan melakukan kegiatan itu.

"Itu pelebaran jalan dari PT Rumpun Sari Kemuning. Yang bersangkutan juga sudah bersurat ke pemerintah desa. Karena itu kan kawasannya PT RSK, dan pengerukan itu juga nantinya bermanfaat bagi warga, apa salahnya kita oke untuk mengiyakan," kata Arifin kepada Radarsolo.com, Selasa (21/11).

Di sisi lain, tokoh pemuda Kemuning Galang Hermawan mempertanyakan kegiatan yang diklaim pemerintah desa sebagai program pelebaran jalan bagi warga.

Galang menduga, beberapa pekerjaan tersebut adalah untuk membangun bangunan permanen yang nantinya akan merusak ekosistem kebun teh.

"Lha itu malah jadi pertanyaan to. Kalau memang untuk pelebaran bagi masyarakat, bukannya pemerintah desa itu justru bersurat ke PT RSK, kok ini malah PT RSK yang bersurat ke pemerintah desa," papar Galang.

Galang sendiri selama ini kerap memprotes sejumlah kegiatan proyek di kawasan Kemuning lantaran diduga sarat ekploitasi.

Banyak pohon teh serta lahan yang diekeruk, dan dikhawatirkan akan membahayakan keberlangsungan keselamatan warga jika terjadi bencana longsor.

"Kalau memang benar itu untuk kebutuhan masyarakat lho. Jangan-jangan itu nanti malah dibuat bangunan permanen lagi, dan merusak tanaman kebun teh lagi," urai Galang. (rud/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Kemuning #alat berat #eksploitasi #kebun teh #pt rumpun sari kemuning