RADARKARANGANYAR.COM- Kemeriahan Pasar Malam Colomadu di halaman belakang De Tjolomadoe, Jalan Adi Sumarmo, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar seketika berubah mencekam, Selasa (21/11/2023) malam.
Hasan, salah seorang pedagang yang stand-nya hanya berjarak sekira tujuh meter dari bianglala mengatakan, sekira pukul 19.00, ada dua orang menaiki bianglala.
“Penumpangnya belum ramai. Baru ada dua orang. Satu cowok, satu cewek,” terangnya.
Baru sekira dua kali putaran, satu keranjang yang memuat dua orang terlepas dari jari-jari kincir bianglala.
“Untungnya, keranjang yang ada orangnya itu belum berputar terlalu tinggi. Kalau posisinya sudah di atas, wah nggak tahu bagaimana kondisinya,” beber Hasan.
Terkait penyebab keranjang bisa terlepas dari jari-jari kincir bianglala, Hasan tak mengetahui pasti. “Tahu-tahu sudah jatuh. (Korban) langsung ditolong. Dibawa ke rumah sakit,” ujar Hasan.
M Indro Wibowo, panitia Pasar Malam Colomadu ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kondisi korban masih bisa diajak berkomunikasi.
“Tidak sampai luka parah. Langsung dibawa ke RSUD Dr.Moewardi. Kebetulan ada ambulans yang kami siagakan karena berbarengan dengan pentas reog,” beber dia.
Terkait penyebab keranjang yang memuat dua orang bisa terlepas dari jari-jari bianglala? Bowo mengatakan, kecelakaan tersebut diduga akibat jari-jari kincir bianglala longgar, sehingga keranjang tak terkait dengan erat dan akhirnya terjatuh.
Pantauan radarsolo.com di lokasi kejadian sekira pukul 21.00, aktivitas di Pasar Malam Colomadu bertema Cembengan Reborn tetap berlangsung seperti biasa.
Belum terpasang garis polisi. Hanya saja, sekira dua orang polisi berseragam dan satu unit mobil patroli Polres Karanganyar tampak siaga di lokasi.
Tak jauh dari lokasi wahana bianglala, terdapat sekira tujuh kerancang yang teronggok dan ditutupi terpal warna putih.
Sedangkan sejumlah keranjang lainnya masih terpasang di bianglala dengan ketinggian sekira 10 meter itu.
Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy melalui Kasi Humas Polres Karanganyar AKP Imam menuturkan, polisi masih menyelidiki penyebab pasti jatuhnya kerancang biangala. (rud/wa/so/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono