RADARSOLO.COM – Setelah menetapkan lima pelaku pembunuhan atas WA, 14, anggota pencak silat, warga Cangakan, Kecamatan Karanganyar Kota, jajaran Satreskrim Polres Karanganyar menggelar rekonstruksi.
Rekonstruksi pembunuhan WA yang meninggal saat menjalani latihan pencak silat tersebut digelar di mapolres setempat.
Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy melalui Kasatreskrim AKP Setiyanto menjelaskan, kelima pelaku yang tiga di antaranya masih di bawah umur itu menjalani sekira 16 adegan.
Saat rekonstruksi, mereka secara terang-terangan melakukan pemukulan terhadap korban.
“Sudah direkonstruksi. Ada 16 adegan yang diperagakan pelaku, mulai dari proses latihan sampai pemukulan terhadap korban,” kata kasatreskrim, Jumat (1/12).
Dalam rekonstruksi tersebut, kelima pelaku memukul korban dengan tangan kosong. Sehingga diduga mengakibatkan luka pada organ bagian dalam tubuh korban.
Setelah korban tergeletak tak berdaya, beberapa pelaku dan teman korban mencoba memberikan bantuan pernapasan. Sayang, korban tidak bereaksi dan tak sadarkan diri.
“Sempat ada pertolongan dari teman-teman korban dan pelaku. Tetapi upaya tersebut tidak berhasil. Korban justru kondisinya semakin parah. Selanjutnya, pakaian korban diganti dengan kaus olahraga, lalu dilarikan ke rumah sakit,” imbuh kasatreskrim.
Pada kasus ini, ada upaya pengaburan terhadap kronologis kejadian. Di mana korban yang saat latihan menggunakan seragam pencak silat, diganti dengan kaus olahraga.
Kasatreskrim mengatakan, upaya itu dilakukan agar korban bisa ditangani dengan BPJS Kesehatan di rumah sakit.
“Alasan pelaku, kalau pakai pakaian pencak silat tidak akan mendapatkan pelayanan BPJS. Maka pakaian korban diganti kaus olahraga. Seolah-olah korban mengalami kecelakaan saat olahraga,” beber kasatreskrim. (rud/fer/ria)