RADARSOLO.COM- Pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Karanganyar masih di bawah 80 persen.
Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PUDAM Tirta Lawu Prihanto mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan air bersih bukan hanya tanggung jawab PUDAM.
Tapi juga tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) melalui program program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
”Kami ingin jangan hanya sekadar membangun Pamsimas. Kemudian dua tahun tidak digunakan (akibat rusak). Kami ingin program tersebut bisa dijalankan bersama, dikelola bersama dengan PUDAM,” ujar Prihanto dalam focus group discussion (FGD) belum lama ini.
“Karena kami melihat beberapa pembangunan sumur program Pamsimas itu kebanyakan belum memiliki standar kelayakan. Hanya beberapa tahun berjalan, setelah itu tidak bisa beroperasi lagi,” tegas dia.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian, Setda Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengajak mulai tahun ini, seluruh elemen berhemat menggunakan air bersih.
Lantaran, coverage kebutuhan air bersih bagi masyarakat masih di bawah 80 persen dari kebutuhan.
”Artinya air bersih yang ada di wilayah kita (Karanganyar) belum aman,” ujarnya.
Titis berharap sumur yang dikembangkan PUDAM Tirta Lawu maupun sumur dalam melalui Pamsimas mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
”Ayolah kita bersama-sama memberikan pelayanan ke masyarakat, bagaimana memberikan kebutuhan air bersih yang baik,” ajak Titis. (rud/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono