RADARSOLO.COM - Puluhan warga Dusun Kayumas, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar nekat menggeruduk kantor kepala desa setempat, Rabu (17/1).
Mereka mendatangi kantor kepala Desa (Kades) Kemuning lantaran ingin mempertanyakan pengembangan kawasan agrowisata Kalimas di Dusun Kayumas yang diduga disabotase oleh pengembang.
Di mana kawasan agrowisata yang sebelumnya dirintis oleh warga itu, diduga kini mulai dirusak oleh oknum dengan dalih untuk pengembangan wisata.
Kondisi itu mengakibatkan perekonomian warga di dusun tersebut terancam.
"Kemudian sekarang dengan mudah dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab, dengan alasan pengembang tersebut sudah kerja sama dengan PT Rumpun Sari Kemuning," imbuh dia.
Lebih lanjut, diungkapkan Landri, warga telah mengembangkan kawasan bantaran sungai di Kayumas tersebut sejak 2016.
Namun, kemudian pada September 2023, datang salah satu pengembang yang mengklaim akan membuat kawasan wisata baru di wilayah tersebut.
"Pengembang yang baru itu infonya dulu akan mengembangkan tubing juga, dan hasilnya nanti akan dibagi dengan warga," ucap dia.
Namun kenyataannya, kata dia, selama waktu berjalan janji itu tidak terealisasi.
"Setelah berjalan, ternyata rencana pembuatan tubing melebar, dan merusak kawasan Kalimas. Termasuk warung milik warga dan mushola yang sebelumnya dibangun," terang Landri.
Lantas, apa tuntutan warga terhadap persoalan tersebut?
Landri mengatakan, warga berharap agar Pemdes Kemuning bisa menjembatani persoalan tersebut.
Pihaknya juga berharap pengembang yang baru tidak melakukan aktivitas proyek yang sebelumnya telah dikelola oleh warga.
"Jika ingin mengembangkan, kami berharap tolong untuk bisa mencari kawasan lain. Meski sama-sama bekerja sama dengan PT RSK, tapi kami berharap untuk bisa mencari lokasi yang lain," paparnya.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Kemuning Agus Harjono membenarkan adanya aksi warga yang datang ke kantor desa.
Namun, Agus mengatakan, warga datang ke kantor kepala desa hanya mempertanyakan terkait dengan permasalahan kebun teh Kemuning.
"Hanya ada permasalahan tentang kebun teh," jawab Agus melalui pesan singkat. (rud/ria)