Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Paralympic Training Center Dibangun di Karanganyar, Begini Kata Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Usai Dampingi Presiden Jokowi

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 9 Maret 2024 | 02:45 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana (paling kanan) dampingi Presiden Jokowi pada Ground breaking Paralympic Training Center di Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jumat (8/3/2024).
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana (paling kanan) dampingi Presiden Jokowi pada Ground breaking Paralympic Training Center di Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jumat (8/3/2024).

RADARSOLO.COM-Ground breaking Paralympic Training Center di Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar dihadiri Presiden Jokowi, Jumat (8/3/2024).

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana turut mendampingi Presiden Jokowi dalam momen krusial tersebut.

Diterangkan Nana Sudjana, pembangunan Paralympic Training Center sangat penting untuk pembinaan atlet paralympic di Indonesia.

Dengan pembinaan yang baik, maka akan mampu meningkatkan kualitas maupun prestasi atlet paralympic Indonesia di kancah internasional.

"Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi, karena Jawa Tengah dipilih untuk (lokasi) pusat pelatihan paralympic tingkat nasional," kata Nana Sudjana usai mendampingi Presiden Jokowi.

Pj Gubernur Jateng juga menegaskan kembali pernyataan Presiden Jokowi tentang capaian atlet paralympic Indonesia yang sangat membanggakan.

Sejauh ini atlet Paralympic mampu membawa Indonesia menempati peringkat pertama di Aisa Tenggara.

Juga peringkat keenam pada gelaran Asian Paragames di Guangzhou, Cina.

“Ini prestasi baik dan tentunya ke depan bisa ditingkatkan kembali," katanya.

Pembangunan training center tingkat nasional di wilayah Jawa Tengah ini dinilai cukup tepat.

Sebab selama ini, Jawa Tengah dapat dikatakan sebagai rumahnya atlet paralympic.

Bahkan kantor National Paralympic Committee of Indonesia juga berada di Jawa Tengah, tepatnya di Kota Solo.

Sebutan Jawa Tengah gudang atlet paralympic dibuktikan dari banyaknya atlet dari Jawa Tengah yang menjadi tulang punggung kontingen Indonesia pada gelaran Asian Paragames beberapa waktu lalu.

Total ada 37 atlet paralympic asal Jawa Tengah yang ikut serta dalam ajang tersebut.

"Kita memperoleh 12 emas, 12 perak, 14 perunggu. Ini prestasi yang sangat baik bagi atlet Jawa Tengah kalau dibandingkan dengan provinsi lain," beber Nana Sudjana.

Selama ini, Pemprov Jateng juga menaruh perhatian serius terkait pembinaan atlet paralympic.

Pembinaan itu dilakukan melalui Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) untuk kategori junior atau pelajar.
Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) untuk atlet senior, serta pemusatan latihan daerah dan PPLOP Paralympic.

Presiden Jokowi mengatakan, Paralympic Training Center di Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, dibangun di atas lahan seluas 8 hektare dengan anggaran Rp 409 miliar.

Terdiri atas gelanggang olahraga (GOR), asrama, ruang peralatan, ruang ganti atletik, tribun, skybridge, skywalk, lapangan atletik, dan sebagainya.

Training center itu dapat menampung sekitar 300 atlet dan pelatih.

"Sarana olahraga yang dibangun ini berstandar internasional bagi atlet penyandang disabilitas,” kata Nana Sudjana.

“Saya harap training center untuk atlet Paralympic ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan mencetak prestasi," imbuh dia.

Sementara itu, Presiden National Paralympic Committee of Indonesian (NPCI) Senny Marbun sangat senang pembangunan training center dapat dimulai tahun ini.

Sebab inilah yang diharapkan oleh atlet-atlet paralympic untuk meningkatkan kualitas dan prestasi.

“Pembangunan ini yang kami harapkan agar prestasi kita semakin memuncak," harap Senny Marbun. (*/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#paralympic #karanganyar #training center #Kelurahan Delingan #NPC #presiden jokowi #pj gubernur jateng #Nana Sudjana