RADARSOLO.COM – Kalangan DPRD Karanganyar mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk segera mengkaji ulang proyek pembangunan sejumlah wahana wisata di kebun teh Kemuning Kecamatan Ngargoyoso.
Sekretaris Komisi B DPRD Karanganyar Bobby Aditya Putra mengungkapkan, bencana hidrometeorologi saat ini sedang mengancam wilayah di Kabupaten Karanganyar. Terutama wilayah lereng Gunung Lawu seperti Jenawi, Ngargoyoso, Karangpandan, dan Tawangmangu. Untuk itu, aktivitas pembangunan di kebun teh Kemuning harus ditinjau.
”Kami mendukung langkah Pemkab Karanganyar yang telah membuat tim teknis untuk melakukan kajian terhadap kondisi kebun teh di Kecamatan Ngargoyoso. Karena kondisi Kemuning saat ini memang sudah titak sehijau lagi seperti dulu,” terang Bobby, kemarin (12/3).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kembali duduk di kursi DPRD Periode 2024-2029 tersebut mengharapkan, sejumlah pihak terkait melakukan mitigasi potensi bencana di beberapa lokasi.
”Harusnya saat ini kita lakukan mitigasi itu, bukan justru malah merusak. Kalau bukan kita yang merapat terus siapa lagi. Hentikan ekploitasi,” tegasnya.
Di sisi lain, sampai saat ini tim teknis yang dibentuk Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi masih melakukan penutupan sementara proyek di kawasan kebun teh Kemuning. Tim yang dipimpin Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangayar Zulfikar Hadidt ini akan segera melakukan kajian pengelolaan kebun teh.
”Ya sementara di lapangan (kebun teh Kemuning, Red) tidak boleh ada aktivitas pembangunan sampai nanti ada keputusan lebih lanjut dari hasil kajian pemerintah,” terang Zulfikar.
Seperti diketahui, pengerukan kawasan kebun teh Kemuning untuk pengembangan wisata memicu amarah warga Desa Kemuning dan Desa Segoroguning. Mereka khawatir aktivitas tersebut merusak lingkungan.
”Sumber mata air warga di sekitar kebun teh juga keruh. Kami takut terjadi longsor,” jelas Galang Hermawan, tokoh pemuda Desa Kemuning. (rud/adi)
Editor : Adi Pras