RADARSOLO.COM – Polres Karanganyar melarang tradisi petasan jelang Lebaran. Menyusul adanya insiden petasan meledak di Wonogiri yang menyebabkan sejumlah remaja luka berat.
Kapolres Karanganyar AKBP Jerold Hendra Yosep Kumontoy menjelaskan, kejadian bahan petasan yang meledak di Kabupaten Wonogiri menjadi catatan penting dari Polda Jawa Tengah.
”Semua jajaran polres diminta mengawasi penggunaan atau penjualan bubuk mesiu yang ada di Karanganyar,” terang kapolres di sela pembagian takjil di depan Mapolres Karanganyar, kemarin (20/3).
Kapolres mengungkap, ada sejumlah poin penting yang telah diinstruksikan oleh Kapolda Jawa Tengah berkaitan dengan pengamanan saat bulan Ramadhan. Salah satunya adalah penekanan pengamanan baik preventif dan preemtif. Seperti penindakan kendaraan yang tidak standar, termasuk penggunaan knalpot brong, serta larangan Sahur on the road karena rawan akan terjadi tindak pidana.
”Tak terkecuali pencegahan adanya potensi tawur sarung di kalangan anak remaja. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh pihak baik tokoh masyarakat maupun elemen masyarakat lain untuk turut serta membantu kondusivitas di Karanganyar,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras