RADARSOLO.COM – Pondok Pesantren Salman Al-Farisi Karangpandan mengajarkan santri untuk dakwah langsung ke masyarakat. Ponpes ini rutin mengirimkan kafilah dakwah ke berbagai daerah.
Ponpes Salman Al-Farisi berlokasi di Dusun Bakalan, Rt 01 Rw 03 Desa Harjosari, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Berlokasi di lereng Gunung Lawu, menjadikan santrinya dididik untuk mampu beradaptasi di segala situasi dan kondisi.
Terbukti pada bulan Ramadhan tahun ini, Ponpes Salman Al-Farisi mengirimkan kafilah dakwah ke daerah posko pedesaan Gunung Semeru, Jawa Timur. Santri dikirimkan ke wilayah tersebut untuk berdakwah selama dua pekan.
”Selama bulan Ramadhan ini, ada banyak permintaan dari berbagai masjid di dekat ponpes maupun di berbagai kota untuk mengirimkan santri menjadi imam Tarawih dan penceramah. Termasuk di daerah bencana Gunung Semeru itu,” ujar Ketua Dewan Majlis Kai Ponpes Salman Al-Farisi Abdul Rachim Ba'asyir, kemarin (20/3).
Dia menambahkan, ponpes ini didirikan dengan niat memperbaiki moral generasi bangsa dan umat islam di era saat ini. Selain itu memfasilitasi santri dalam menyelenggarakan program pengembangan potensi diri melalui soft skill. Seperti berkebun maupun bertani.
Adapula di bidang kesehatan. Santri diajarkan pelatihan ilmu bekam dan pijat, sehingga santri yang telah mahir bisa langsung mempraktikkannya. Sementara sistem pendidikan yang menjadi ciri khas utama yaitu mulazamah.
”Jadi setiap santri ditata untuk langsung menerima ilmu dari guru. Guru selalu ada membersamainya dalam kesehariannya, baik itu santri khusus putra dengan pengasuh putra dan putri pun juga dengan pengasuh putrid,” imbuhnya.
Sehingga guru akan menyesuiakan materi sesuai dengan kemampuan masing-masing santri. Dengan sistem ini, santri tidak terbebani dengan banyak pelajaran. Namun bisa menguasai materi yang sedang didalaminya secara fokus dan terarah.
Peminat santri di Ponpes Salman Al-Farisi setiap tahunnya semakin meningkat. Tidak hanya berasal dari daerah lokal, namun juga luar Jawa. Sehingga ponpes melakukan sesi seleksi yang ketat terhadap calon santri.
”Mungkin karena terletak jauh dari pusat kota, dan ini di daerah pedesaan yang subur dan sejuk hawanya, membuat orang tua semakin yakin menaruh putra dan putrinya di sini,” tandasnya. (mg12/adi)
Editor : Adi Pras