RADARSOLO.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar menargetkan penerimaan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) di Karanganyar sebesar Rp 25 miliar. Sampai saat ini masih banyak potensi yang belum dikelola.
Ketua Baznas Karanganyar KH.Kafindi mengungkapkan, sampai saat ini pengumpulan ZIS di Karanganyar termasuk terbesar di Indonesia dibanding dengan daerah-daerah lainnya.
”Tahun 2023 kami bisa mengumpulkan ZIS sebesar Rp 23 miliar. Di tahun ini kami targetkan naik jadi Rp 25 miliar,” terang Kafindi usai kegiatan Gerakan Cinta Zakat Keteladanan Pembayaran Zakat Forkompimda, kepala OPD, instansi vertikal, kabag lingkungan Setda Karanganyar dan Direksi BUMD Karanganyar di Anthurium Rumah Dinas Bupati, Kamis (28/3).
Diungkapkan Kafindi, untuk bisa mendongkrak perolehan sampai ke Rp 25 miliar, salah satunya dengan Gerakan Cinta Zakat. Harapannya memberikan percontohan hingga mengajak masyarakat untuk terus menyisihkan rezekinya untuk bersedekah.
”Di sini ada zakat yakni zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal melalui Baznas 75 persen dari ASN dan 25 persen itu merupakan infaq. Kemudian beberapa sekolah beberapa perusahaan, hotel dan komunitas lembaga masih banyak yang belum kita sentuh,” paparnya.
Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi berharap semua pihak termasuk di lingkungan Pemkab Karanganyar dan BUMD menyukseskan Gerakan Cinta Zakat. Pihaknya berharap zakat dimanfaatkan dan diperuntukkan kalangan membutuhkan.
”Muaranya adalah kepercayaan. Sehingga jika telah percaya masyarakat pasti yakin dengan pengelolaan dan penyaluran yang telah dilaksanakan Baznas,” ujarnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras