RADARSOLO.COM – Berkunjung ke Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, kita tidak hanya disuguhi hamparan kebun teh, namun juga bisa menikmati teh khas kawasan tersebut.
Teh khas Kemuning, bisa didapatkan di Ndoro Donker. Ya, bagi para pecinta minuman teh, pasti sudah kenal dengan Rumah Teh Ndoro Donker.
Ini adalah tempat wisata yang menyuguhkan perpaduan pemandangan nan asri di lereng gunung serta kuliner teh yang nikmat.
Disini, para penikmat teh dan wisatawan umum bisa ngeteh asyik sambil menikmati pemandangan indah dan sejuknya udara di area kebun teh Kemuning.
Rumah Teh Ndoro Donker ini ini berada di area Perkebunan Teh Kemuning di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.
Jika ditempuh dari Kota Solo, butuh waktu sekitar 1,5 jam berkendara dengan mobil ataupun motor.
Dari wilayah Magetan Jawa Timur, pengunjung bisa melalui jalan tembus Sarangan, Magetan-Karanganyar, Jawa Tengah yang kondisinya sudah cukup bagus.
Memiliki suasana yang sejuk khas pegunungan, Ndoro Donker menjadi tempat santai favorit.
Udara dingin lereng Gunung Lawu membuat suasana menjadi nikmat saat menyeruput teh.
Tempat ini tidak hanya dikunjungi oleh warga sekitar Solo, namun juga luar daerah lainnya seperti Madiun, Magetan, Ngawi, dan beberapa kota besar lainnya saat musim liburan panjang.
Pengunjung tidak ditarik biaya untuk masuk tempat ini. Pengunjung hanya membayar minuman teh dan makanan yang dipesan.
Ada berbagai jenis teh yang bisa dinikmati di Ndoro Donker dengan harga yang relatif terjangkau.
Di antaranya teh hijau kemuning, Green Tea, Black Tea, White Tea, Oriental Green Tea, Java Jasmine Tea.
Kemudian ada premium tea, seperti Summer Berries, Genmaicha Imperial, Tropical Mango, Her Tea Angel Pieter, Cold Relief, dll.
Teh tersebut bisa disajikan dalam cangkir ataupun teko untuk dinikmati ramai-ramai dengan keluarga.
Sebagai teman minum teh, Rumah Teh Ndoro Donker juga menyediakan aneka menu makanan.
Di antaranya berbagai menu makanan berat seperti nasi goreng, mi goreng, mi rebus, nasi kari ayam, sup iga, iga bakar, hingga camilan seperti singkong goreng, kentang goreng, dan lainnya. Harga bervariasi di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu.
Tempat minum teh pun bisa dipilih. Mau di ruangan terbuka sambil menikmati pemandangan kebun teh atau di dalam rumah yang merupakan bangunan kuno peninggalan zaman penjajahan Belanda.
Setelah puas minum teh, para pengunjung bisa melakukan swafoto bersama keluarga dan orang tercinta di area kebun teh Kemuning yang indah.
Pengunjung juga bisa berfoto ria di sejumlah spot menarik dalam rumah yang telah disediakan oleh pengelola.
Adapun nama Ndoro Donker, diambil dari nama seseorang warga berwargakenegaraan Belanda bernama Donker yang tinggal di Desa Kemuning pada zaman kolonial.
Ia adalah ahli tanaman yang memilih hidup di desa tersebut untuk mengembangkan area perkebunan teh.
Sedangkan kata 'ndoro' dalam Bahasa Jawa artinya adalah tuan. Sehingga, Ndoro Donker adalah berarti tuan Donker. (*)
Editor : Damianus Bram