Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Disdikbud Karanganyar Gandeng Seniman Kolaborasikan Pertunjukan Seni dengan Olahraga, Bikin Lukisan di Stadion Angkatan 45

Rudi Hartono RS • Senin, 6 Mei 2024 | 00:49 WIB
Pameran karya seni lukis wayang beber di tembok stadion Angkatan 45 Karanganyar, Sabtu (4/5) malam. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Pameran karya seni lukis wayang beber di tembok stadion Angkatan 45 Karanganyar, Sabtu (4/5) malam. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan memfasilitasi seniman dalam merampungkan karya seni lukisan wayang beber di tembok Stadion Angkatan 45 Karanganyar. Hal itu sebagai upaya edukasi ke masyarakat agar tidak melakukan vandalisme.

Lukisan tersebut ditampilkan dalam pentas festival ruang rasa Sabtu (4/5) malam. Dibuat oleh seniman hasil kolaborasi dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud).

”Lukisan wayang beber di tembok Stadion 45 ini merupakan salah satu karya yang memang patut diapresiasi. Selain untuk mencegah vandalisme, juga sarana edukasi kebudayaan yang nantinya akan dikolaborasikan dengan olahraga,” terang Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar Hari Purnomo.

Saat ini baru lukisan tersebut baru sepanjang 50 meter. Bagi masyarakat atau seniman perupa yang ingin melanjutkan dalam melukis bisa mengajukan proposal.

”Kalau mau corat-coret dipersilahkan mengajukan proposal kepada kami, karena masih ada tiga sisi di Stadion 45 Karanganyar, timur, barat dan selatan,” terangnya.

Di sisi lain, Hari berharap dinas terkait melakukan pendataan PKL. Sehingga karya seni tradisi tersebut dapat dinikmati masyarakat.

Salah seorang kreator pembuatan wayang beber panji di tembok Stadion 45, Bambang Wahyudi menyampaikan, karya mural tersebut dikerjakan oleh 10 perupa asal Kabupaten Karanganyar selama 14 hari.

Melalui festival serta karya seni tersebut diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi.

”Karya mural wayang beber dengan panjang 50 meter dengan 10 cerita ini kami diserahkan kepada Pemda Karanganyar. Seni tradisi harus ditunjukkan di ruang publik, sehingga diketahui oleh khalayak, karena di tempat tersebut warga bersosialisasi," jelasnya.

"Kami berharap nanti pemerintah bisa melanjutkan kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan meningkatkan seni tradisi budaya untuk kita angkat kembali. Dengan harapan agar kawula muda pada era global tahu bahwasanya kita punya seni tradisi peninggalan kuno yang adiluhung,” imbuhnya. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#disparpora #kemendikbud #Vandalisme #wayang beber #festival #Stadion Angkatan 45 Karanganyar #lukisan #pemerintah Kabupaten Karanganyar