RADARSOLO.COM - Pengen menikmati kelezatan dan kesegaran buah Jambu sembari berwisata? Tak perlu bingung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar bisa menjadi pilihan.
Ya, di Ngargoyoso tidak hanya menyediakan perkebunan teh saja, namun juga wisata petik jambu yang pastinya juga mengasyikkan dan menggairahkan.
Untuk busa membawa pulang buah jambu pilihan, Anda cukup merogoh kocek antara 10.000- IDR 25.0000 per kilo.
Inipun sudah varietas Jambu Kristal yang diklaim memiliki manfaat seperti; mencegah kanker, menurunkan kolestrol dan tekanan darah, mengobati diabetes, menyehatkan mata serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Sedangkan jambu merah yang lezat dan manis yang bisa kita ambil dari dahan pohon bisa kita barter dengan harga Rp 1.000/kg.
Wow!! Kok Murah Banget?? Ya, disaat musim hujan jambu merah hanya dihargai seribu rupiah per kilo.
Namun, harga-harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan permintaan dan penawaran pasar.
Satu hal yang perlu ditegaskan lagi, angka tersebut merupakan patokan dari petani jambu di kebun yang kebetulan sering memanen.
Jadi jangan heran jika sudah sampai penjual kedua di kedai buah yang ada di pinggir jalan harga jambu merah sudah meningkat 100-150%.
Sekali lagi, tidak perlu khawatir! Harga masih bisa dijangkau karena tidak melebihi IDR 5.000 setiap kilogram.
Nah, berikut ini 3 lokasi wisata kebun jambu di Ngargoyoso yang dikelola oleh pemilik untuk menjadi agrowisata dengan konsep wisata edukasi yang patut untuk dikunjungi:
1. Agrowisata Jambu Merah “PUJA”
Agrowisata Jambu Merah “PUJA” adalah salah satu agrowisata yang cukup diminati oleh pengunjung.
Disini pengelola bakal menawarkan keberadaan jambu merah dalam beberapa aktivitas.
Seperti memilih dan memetik buah jambu yang kita ingin dari pohon langsung, atau belajar menanam dan merawat jambu biji serta menyediakan bibit jambu merah untuk dibudidayakan.
Agrowisata Jambu Merah “PUJA” ini mempunyai lahan yang sangat luas, yakni sekitar 1 hektar. Tak hanya itu saja, lokasi ini memiliki pengelola kebun yang sudah berpengalaman dalam budidaya jambu.
Agrowisata yang berdiri sejak 2013 dengan pendampingan tim KKN UGM dan UNS ini sudah melakukan inovasi dengan memproduksi es krim Jambu Merah dan Keripik Jambu yang dapat disantap dan jadikan oleh-oleh bagi para pengunjung.
Agrowisata Jambu Merah “PUJA” ini terletak di RT 02/RW 04, Candi, Jatirejo, Ngargoyoso, Karanganyar. Untuk masuk, pengunjung dikenakan biaya harga tiket masuk (HTM) sebesar Rp 5.000 (info tahun 2021)
2. Agrowisata Kebun Jambu Kristal Pak Minto
Berbeda dengan agrowisata sebelumnya yang membudidayakan jambu merah, maka Kebun Jambu Pak Minto ini memiliki spesifikasi khusus untuk jambu kristal.
Kebun Jambu Kristal Pak Minto ini terletak di RT 02/RW 04, Candi, Jatirejo, Ngargoyoso, Karanganyar. Untuk masuk, pengunjung dikenakan biaya harga tiket masuk (HTM) sebesar Rp 5.000 (info tahun 2021)
Lebih dari 100 pohon yang tumbuh tidak mengenal musim alias bisa berbuah kapan saja, Kebun Jambu Kristal Pak Minto adalah destinasi tepat untuk wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat dengan kultivar jambu biji yang makin digemari masyarakat ini.
Untuk HTM dalam area berdekatan ini hampir sama, kadang yang membedakan hanya harga buahnya saja, selain karena varietas juga tergantung kebijakan pekebun.
3. Agrowisata Kebun Jambu HELENA
Masih dalam lokasi yang berdekatan, agrowisata yang ketiga adalah Kebun Jambu HELENA.
Agrowisata ini memiliki tampilan yang lebih menarik bagi kaum muda, jika dilihat dari fasilitas yang disediakan seperti jembatan swafoto, taman bermain, dan gazebo untuk bersantai di area kebun.
Selain memiliki budidaya lengkap antara jambu merah dan jambu kristal, kelebihan lain yang membuat pengunjung tertarik untuk mampir adalah satu cup juice jambu merah gratis untuk setiap pembelian tiket masuk.
Meneguk manisnya jus jambu sambil berfoto di sepanjang jembatan besi yang melintang di area perkebunan. Memang lebih menyenangkan!
Agrowisata Kebun Jambu HELENA ini terletak di RT 02/RW 04, Candi, Jatirejo, Ngargoyoso, Karanganyar. Untuk harga tiket masuk alias HTM dibanderol dengan hargaRp 5.000 (tahun 2021). (dam)
Editor : Damianus Bram