RADARSOLO.COM – Warga bersama pegiat lingkungan mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait mengkaji kembali pengembangan wisata di kawasan kebun teh Kemuning, Karanganyar. Jangan sampai niatan mengembangkan kawasan tersebut justru ditolak warga sekitar.
Masyarakat berharap pengembang dan perusahaan pengelola kebun teh Kemuning yakni PT Rumpun Sari Kemuning (RSK) bisa duduk bersama. Dengan harapan tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Serta bisa kembali membangun kawasan kebun teh Kemuning supaya lebih baik.
”Kami hanya ingin warga sekitar dilibatkan dan diberi sosialisai terkait pengembangan kebun teh Kemuning. Agar tidak terjadi benturan antar kelompok tertentu dengan warga. Jangan sampai gara-gara hal ini nanti anak cucu tejadi perselisihan,” terang Yuni Kinasih, warga Kemuning saat sosialisasi pelestarian sumber daya air yang digelar oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Kemuning, Rabu (22/5) malam.
Dalam sosialisai ini juga mendatangkan akademisi lingkungan, pakar hukum, pemerintah desa, dan perwakilan dari PT RSK. Yuni mengaku warga merasa terganggu sejak ada pembangunan di kebun teh Kemuning. Terlebih kondisi sumber air dari kawasan kebun teh tidak layak digunakan.
”Kami tidak ingin sumber air yang selama ini bisa untuk mencukupi kebutuhan warga terganggu pak. Apalagi kalau kondisi Kemuning ini sedang hujan. Pasokan air bersih ke warga itu sudah tidak bisa digunakan sama sekali,” terangnya.
Yuni mengungkapkan, warga tidak menolak ada pengembangan wisata di kawasan kebun teh Kemuning. Namun yang perlu diperhatikan kelestarian ekosistem di kawasan tersebut.
”Pembangunan wisata ataupun bangunan harus bisa ramah lingkungan,” jelasnya.
Direktur PT RSK Walidi menjelaskan, pihaknya sepakat pembangunan kawasan kebun teh Kemuning bisa dibicarakan bersama.
”Sebenarnya kami sepakat dengan apa yang diharapkan warga, namun kami tidak memiliki wewenang tersebut. Kami ingin kedepan setelah adanya perkumpulan ini, apapun bisa dikomunikasikan,” jelas Walidi.
”Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, saya sepakat kebun teh ini untuk bisa dilestarikan,” ungkapnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras