Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pesona Kemegahan Makam Keluarga Presiden Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar

Damianus Bram • Jumat, 24 Mei 2024 | 18:14 WIB
Komplek Astana Giribangun, pemakaman keluarga Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.
Komplek Astana Giribangun, pemakaman keluarga Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

RADARSOLO.COM - Selain wisata alam, wisata air, Kabupaten Karanganyar juga memiliki wisata religi yang memiliki pemandangan yang memukau, yakni Astana Giribangun.

Berada tepat di kaki Gunung Lawu, Astana Giribangun adalah kompleks pemakaman Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Kompleks pemakaman ini merupakan bangunan megah yang terletak di atas bukit di kaki Gunung Lawu.

Astana Giribangun Karanganyar merupakan makam keluarga Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto yang terletak di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Makam ini dibangun di basement kompleks Astana Mangadeg di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. 

Astana Mangadeg merupakan makam Raden Mas Said yang dikenal dengan nama Pangeran Mangkunegara I. Astana ini dikenal sebagai makam penguasa awal Pura Mangkunegaran.

Pemakaman Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto di Astana Giribangun
Pemakaman Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto di Astana Giribangun

Penempatan Astana Giribangun ini bukan tanpa alasan, karena almarhum Nyonya Tien Soeharto (istri dari Presiden Soeharto) merupakan keturunan Raja Mankunegara III.

Berdiri di lahan seluas 43 hektar, kompleks makam di Astana Giribangun ini terdiri dari tiga tingkat atau kubah, yakni Cungkup Argo Kembang, Cungkup Sari, serta Cungkup Argo Tuwuh.

Selain makam, di komplek tersebut juga terdapat bangunan lain seperti masjid dan tempat peristirahatan keluarga Soeharto.

Terdapat pula fasilitas umum yang diperuntukkan bagi wisatawan umum, yang datang berziarah.

Bagi wisatawan atau pengunjung yang ingin berziarah ke Astana Giribangun, ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi. Berikut aturannya:

  1. Pengunjung wajib berpakaian sopan, rapi dan sopan saat memasuki kawasan. Jika tidak, Anda tidak akan diizinkan masuk. Atau jika memungkinkan petugas yang berjaga akan memberikan Anda kain untuk dikenakan agar terlihat lebih sopan.
  2. Aturan kedua, setiap peziarah harus memiliki surat ijinnya, biasanya diperoleh pada saat pendaftaran rombongan wisata dan menyebutkan tujuan kunjungan ke lokasi.
  3. Pastikan juga Anda selalu tenang serta menjaga sopan santun saat berada di sana.
  4. Pengunjung wajib menjaga kebersihan. Anda juga harus melepas sepatu saat memasuki area tersebut. Dilarang pula memetik tanaman atau merusak tembok yang ada.
  5. Pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto di sekitar makam mendiang presiden Soeharto.

Demi kenyamanan peziarah, pihak pengelola memberikan fasilitas lengkap. Disini tersedia tempat parkir untuk mobil, bahkan untuk rombongan yang datang dengan menggunakan bus sekalipun.

Tempat parkir di sini terawat dengan baik dan ada petugas yang mengelola dan menjaganya.

Fasilitas lain yang tak kalah pentingnya adalah kamar mandi dan toilet. Mushola untuk wisatawan yang hendak melaksanakan sholat.

Terdapat juga dua ruang tunggu dimana wisatawan dapat beristirahat. Fasilitas umum yang terakhir yaitu rumah jaga.

Selain fasilitas umum yang disebutkan di atas, Pengelola komplek Astana Giribangun ini juga menyediakan beberapa fasilitas pribadi untuk keluarga Cendana.

Misalnya saja rumah pribadi untuk istirahat keluarga Cendana. Tidak jauh dari rumah ini terdapat tempat parkir pribadi untuk keluarga Cendana juga.

Untuk menuju ke Astana Giribangun, dari pusat Kota Solo menuju ke tempat wisata ini hanya memerlukan waktu 45 menit saja.

Lokasi dan rute menuju Astana Giribangun dimulai dari Jalan Keleng yang mengarah ke Karanganyar sampai tiba di Kecamatan Matesih.

Saat memasuki kawasan ini, Anda tidak akan dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Walaupun begitu, wisatawan akan diarahkan ke kotak amal dan membayar seikhlasnya sebagai jasa membersihkan makam di sana.

Jadi, tidak hanya berziarah saja, Anda juga bisa sambil bersedekah dengan hati yang ikhlas tentunya.

Bagi yang tertarik datang ke sink, Anda harus tahu jam operasionalnya agar tidak kecewa. Destinasi wisata ini membuka kunjungan ziarah bagi wisatawan umum setiap hari. 

Jam bukanya mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Selain jam operasional itu, tempat ini hanya terbuka untuk keluarga Cendana saja. (dam)

Editor : Damianus Bram
#astana giribangun #soeharto #presiden soeharto #presiden kedua Republik Indonesia