RADARSOLO.COM - Tak hanya lereng Gunung Lawu yang banyak menyimpan lokasi wisata menawan. Di dekat Kota Karanganyar juga terdapat wisata buatan yang menarik.
Tepat di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang terdapat Umbul Gunung Tugel. Ada banyak wahana wisata yang dikembangkan pemerintah desa setempat ini. Jarak tempuh dari Kota Karanganyar hanya 15 menit.
Ada dua jalur, yakni lewat Kecamatan Tasikmadu dan Bejen, Karanganyar Kota. Namun Jawa Pos Radar Solo merekomendasikan lewat jalur Bejen. Mengingat jalannya masih mulus.
Umbul Gunung Tugel dulunya merupakan lahan kosong yang ditumbuhi rumpun bambu. Kemudian dikembangkan oleh salah seorang perangkat desa setempat hingga akhirnya dikelola pemdes.
Wisata yang bisa dinikmati adalah wahana air baik kolam maupun perosotan. Ada pula taman bunga lengkap dengan gazebo kuliner. Selain itu ada sentuhan religi di kawasan ini.
Pengelola Umbul Gunung Tugel, Sutarno mengungkapkan, awalnya tidak berniat membuat Umbul Tugel sebagai lokasi wisata.
Namun, karena di dekat lokasi tersebut terdapat makam yang sering didatangi banyak orang, dia menyulap lahan kosong jadi objek wisata.
”Awalnya papringan (rumpun bambu, Red). Banyak pohon besar juga. Kemudian ada warga yang melihat makam di atas bukit sering diziarahi orang. Kemudian saya berpikir membangun wisata ini. Tujuan awalnya supaya tidak terkesan angker dan kumuh,” ucap Sutarno.
Dia kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk pengembangan kawasan itu. Meskipun sebelumnya lahan tersebut milik perorangan.
”Saat saya koordinasi dengan pemerintah desa, dari desa kemudian membersihkan akses menuju ke makam di puncak gunung tugel. Nah mulai dari situlah kemudian saya mikir dikembangkan wisata, karena di bawah ada salah satu umbul yang airnya itu tidak pernah habis, dan murni,” paparnya.
Sejak akhir 2021 lalu, pihaknya mencoba mengurus status tanahnya. Akhirnya tanah tersebut dapat dikelola dan berbagai kreasi wisata dikembangkan tanpa merusak bentuk awal dari makam dan umbul Gunung Tugel.
”Akses masuk ke makam alhamdulillah dari pemerintah desa dibangun gapura. Kemudian untuk di bawahnya yang ada umbulnya, saya bangun kolam renang air tawar murni tanpa obat atau kaporit. Saya mencoba bangun joglo untuk resto dan beberapa fasilitas wisata lainnya,” jelasnya.
Untuk bisa menikmati umbul Gunung Tugel, masyarakat menarik tiket masuk Rp 5.000 per orang. (rud/adi)
Editor : Damianus Bram