RADARSOLO.COM - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki banyak candi.
Di Jateng tidak hanya ada ada Candi Borobudur dan Candi Prambanan saja, namun juga ada candi-candi yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten.
Dan kini, keberadaan candi-candi tersebut menjadi sebuah objek wisata yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan baik dari Indonesia maupun mancanegara.
Salah satunya adalah Candi Cetho yang berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Candi Cetho ini adalah candi bercorak Hindu yang diperkirakan didirikan pada masa Kerajaan Majapahit.
Candi ini terletak di ketinggian 1498 mdpl di lereng Gunung Lawu. Candi ini menjadi salah satu candi paling tinggi di Indonesia bersama dengan Candi Arjuna, Candi Gedong Songo, dan Candi Ijo.
Sebagai informasi, candi ini dipugar untuk pertama kali pada tahun 1970 oleh Sudjono Humardani yang dahulu menjabat sebagai asisten Suharto.
Dia mengubah stuktur asli candi tersebut secara total, walaupun konsep punden berundak masih dipertahankan.
Diduga kuat Candi Cetho dibangun pada masa Majapahit di abad 15 Masehi. Seperti Candi Sukuh, Candi Cetho juga menggambarkan konsep Megalitik.
Candi Cetho memiliki 13 (tiga belas) teras berundak dari barat ke timur berdasarkan data pada tahun 1928.
Akan tetapi pemugaran pada tahun 1978 mengakibatkan teras yang ada hanya tinggal sembilan saja.
Candi Cetho ini terkenal hingga ke berbagai daerah. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya komunitas dan para pengunjung yang datang ke kawasan ini.
Para wisatawan bisa menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan. Terdapat beberapa pondok dan situs lingga yoni yang berada di kawasan Candi Sukuh.
Bagi para wisatawan yang beragama Hindu, mereka juga bisa berdoa di tempat ini. Disediakan pemandu serta dupa-dupa sebagai syarat doa.
Para wisatawan juga bisa menikmati berbagai sajian kuliner lezat yang tersedia di samping Candi Cetho, tepatnya di pintu keluar.
Fasilitas yang tersedia di Candi Cetho antara lain, toilet, mushola, toko oleh-oleh dan cinderamata, serta area parkir.
Perlu menjadi catatan, perjalanan ke Candi Cetho ini terbilang menantang karena harus melewati trek yang cukup sulit.
Dengan melalui tanjakan tinggi dengan samping kanan dan kiri yang menghadirkan pemandangan indah bisa memacu adrenalin.
Walau begitu, lelah para wisatawan selama di perjalanan akan terbayar tuntas saat sudah melihat indahnya Candi Cetho.
Candi Cetho buka setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 WIB. Untuk dapat masuk ke Candi Cetho wisatawan cukup membayar tiket masuk.
Untuk wisatawan lokal biaya tiket masuk sebesar Rp.10.000 dan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 30.000. Sebagai informasi untuk tiket masuk Candi Cetho sudah menggunakan E-Ticketing. (dam)
Editor : Damianus Bram