Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Massa di Karanganyar Ini Serukan Stop Genosida di Palestina, Singgung Soal HAM dan Keadilan

Rudi Hartono RS • Senin, 10 Juni 2024 | 02:38 WIB
Massa menyerukan bela Palestina di CFD Karanganyar, Minggu (9/6).
Massa menyerukan bela Palestina di CFD Karanganyar, Minggu (9/6).

RADARSOLO.COM –  Seruan untuk menyetop aksi kekerasan di Palestina terus bergelora. Kali ini, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas bela Palestina di Car Free Day Karanganyar, Minggu (9/6/2024).

Aksi dihadiri massa dari pelajar, mahasiswa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar, Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar, penjabat bupati Karanganyar dan masyarakat umum.

Ketua Umum PWNA Jawa Tengah Monica Subastia mengatakan, turut prihatin dan bersimpati atas tindakan keji yang dilakukan Israel kepada Palestina. Tndakan Palestina itu tidak sejalan dengan peri kemanusiaan.

"Kita terus suarakan stop genosida di Palestina karena itu tidak sejalan dengan kemanusiaan," ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Solo Tetapkan Kuota untuk Jalur Afirmasi ABK dan Calon Siswa dari Keluarga Miskin
Senada dengan Monica, Ketua NA Karanganyar Rosi Arde Kurnia mengatakan, aksi tersebut digunakan untuk menyuarakan hati nurani atas penderitaan dan ketidakadilan yang terjadi pada rakyat Palestina.

Menurut Rosi, Palestina bukan sekadar sebuah wilayah di peta dunia. Palestina adalah simbol perlawanan terhadap penindasan, perjuangan untuk keadilan, dan harapan bagi semua yang tertindas di seluruh dunia.

"Ketika kita berbicara tentang Palestina, kita berbicara tentang hak asasi manusia (HAM), tentang kebebasan, tentang keadilan, dan tentang martabat," ungkapnya.

Baca Juga: DBD di Klaten Tembus 713 Kasus, Dinkes Belum Terapkan Stikerisasi di Rumah: Ini Alasannya

Rosi lantas membeberkan penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Anak-anak yang kehilangan masa kecil mereka, wanita-wanita yang kehilangan suami dan anak-anak mereka. Kemudian keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan masyarakat yang kehilangan harapan.

"Kita tidak bisa tinggal diam saat ketidakadilan dan kekejaman terjadi di depan mata kita," lanjutnya.

Rosi mengatakan, sebagai bagian dari umat manusia, maka semua memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri bersama mereka yang tertindas. Tidak boleh ketidakadilan ini berlanjut tanpa perlawanan.

"Kita tidak boleh membiarkan suara-suara yang memohon bantuan dan dukungan ini tenggelam dalam keheningan," tutur Rosi.

Baca Juga: Angka Tamatan SMK Menganggur di Solo Masih Tinggi, Ini Kendala Utamanya

Rosi mendesak pemerintah dan komunitas internasional mengambil tindakan tegas dan konkret untuk menghentikan penindasan ini. Dia juga mengajak massa untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina lewat media sosial, forum diskusi, mimbar-mimbar di masjid dan gereja.

Selain itu, Rosi juga mengajak hadirin untuk memberikan dukungan finansial serta berdoa untuk keselamatan dan kebebasan warga Palestina. Tidak hanya untuk memperjuangkan keadilan bangsa Palestina, tetapi semua yang tertindas di seluruh dunia.

"Karena perjuangan ini bukan hanya perjuangan satu bangsa, tetapi perjuangan seluruh umat manusia untuk kebebasan, keadilan, dan kedamaian. Semoga perdamaian dan keadilan dapat segera terwujud di Palestina dan di seluruh dunia," tandas dia. (rud/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#ham #muhammadiyah #bela palestina #anak-anak #aisyiyah #wanita