RADARSOLO.COM – Desa Karangpandan di Kecamatan Karangpandan, Karanganyar menjadi salah satu desa Pancasila. Peresmian oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama forkompimda Kabupaten Karanganyar, Sabtu (22/6/2024).
Kepala BPIP Yudiawan Wahyudi mengatakan, pembentukan desa Pancasila merupakan bentuk rasa bersyukur kepada tuhan atas kemerdekaan yang diberikan kepada bangsa Indonesia.
”Pembentukan ini adalah bentuk rasa syukur kita. Maksudnya kita merawat kenikmatan kemerdekaan yang sudah diberikan oleh tuhan, berupa negara Pancasila ini. Karena kita terdiri dari berbagai macam kemajemukan atau pluralitas,” kata Yudiawan.
Dia berharap desa Pancasila di Desa Karangpandan ini dapat memberikan pembelajaran atau edukasi terhadap masyarakat yang lain agar memiliki dasar Pancasila. Lantaran kemajemukan bangsa Indonesia perlu dirawat, terlebih banyaknya pengaruh asing di tengah globalisasi saat ini.
”Ya dengan adanya Bhineka Tunggal Ika, kita sudah sepakat. Dan kita sedang menghadapi juga dunia global, pengaruh asing. Sehingga masyarakat yang di bawah ini harus dilindungi dari pengaruh negatif ini. Salah satunya dengan membangun kerukunan, guyub rukun, seperti dikatakan pancasila, kita bergotong royong, membangun negara ini,” harapnya.
Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi menjelaskan, pemilihan Desa Karangpandan sebagai desa Pancasila karena Karangpandan memiliki tradisi yang kuat tentang kebersamaan dan pluralisme.
”Saat ini kami sedang berupaya untuk merawat harmonisasi yang selama ini sudah terpelihara dengan sangat baik di Karangpandan. Dengan bimbingan dari BPIP, tentu kami akan bisa lebih membangun konstruksi yang lebih harmoni untuk kita tularkan ke desa-desa lain,” ujarnya.
Timotius menambahkan, setelah dilakukan peresmian tersebut, nantinya pemerintah akan mendorong dari sisi rohani maupun jasmani.
”Bagaimana membangun masyarakat dengan gotong-royong, tapi tentu pemerintah terlibat di dalamnya, untuk melakukan intervensi dengan cara yang dibutuhkan secara presisi sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras