Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

BPBD Karanganyar Salurkan Bantuan terhadap 129 KK Korban Bencana

Rudi Hartono RS • Senin, 1 Juli 2024 | 03:51 WIB
Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 129 kepala keluarga (KK) di 39 desa dan kelurahan di 14 kecamatan menerima bantuan sosial bencana alam sebesar Rp 519 juta.

Disalurkan langsung lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, akhir pekan lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengungkapkan, penerima bantuan pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 ini merupakan warga yang terdampak bencana pada periode Maret dan April lalu.

”Total Rp 519 juta, ada 129 KK dari 39 desa kelurahan di 14 kecamatan di Karanganyar,” kata Hendro, kemarin (30/6).

Hendro menambahkan, penerima bantuan sosial bencana alam tersebut berdasarkan kategori kerusakan. Sebanyak 73 KK kategori ringan dengan nominal bantuan per KK Rp 750 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta.

Kemudian kategori rusak sedang sebanyak 27 KK masing-masing menerima Rp 4 juta sampai dengan Rp 6 juta per KK.

”Untuk yang kategori berat ada 28 KK dengan jumlah bantuan sebesar Rp 7 juta sampai dengan Rp 10 juta,” ungkapnya.

Sedangkan jenis bencana mulai dari kebakaran, angin ribut, rumah roboh, maupun tanah longsor. Data BPBD Karanganyar, jumlah warga terdampak bencana tertinggi berada di Kecamatan Jenawi dengan jumlah 42 KK. Disusul Kecamatan Ngargoyoso sebanyak 32 KK.

Sementara itu, Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi saat menyerahkan bantuan sosial menjelaskan, kejadian bencana ini perlu menjadi pengingat agar masyarakat tetap selalu waspada dalan berbagai kondisi.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar selalu melakukan evaluasi penyaluran untuk bisa mempercepat proses pencairan.

”Perlu adanya mitigasi untuk bisa mengurangi dampak risiko kejadian bencana. Untuk penyaluran saat ini kami sudah berupaya dengan baik. Kalau dulu itu memerlukan waktu enam bulan untuk penyaluran, namun saat ini hanya cukup satu sampai dua bulan,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#bencana #ngargoyoso #tanah longsor #BPBD Karanganyar #jenawi #bantuan sosial #kebakaran #kabupaten karanganyar #apbd #Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi #angin ribut