Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Disdikbud Karanganyar Gandeng Pemerintah Desa Tracing Peserta Didik

Rudi Hartono RS • Selasa, 23 Juli 2024 | 03:33 WIB
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar melakukan penyisiran peserta didik yang belum mendapatkan sekolah. Menyusul banyaknya sekolah yang belum terpenuhi kuota siswa barunya.

Pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (22/7/2024), banyak sekolah di daerah pinggiran seperti Kecamatan Kerjo, Jenawi, dan Karangpandan masih kekurangan peserta didik. Disdikbud melakukan tracing bersama pemerintah desa.

”Masih ada sekolah yang kurang murid baru, SMP Satu Atap di Kerjo dan Jenawi itu jelas kurang. Kemudian SMP N 3 Karangpandan juga masih kurang di wilayah Kebakkramat, Colomadu, dan Jatipuro sampai saat ini juga masih ada yang kekurangan," terang Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro kepada Radarsolo.com, Senin (22/7/2024).

"Makanya kami ajak kepala desa atau perangkat desa untuk melakukan pendataan atau tracing,” imbuhnya.

Agam menjelaskan, kendala banyaknya sekolah kekurangan murid lantaran adanya sekolah swasta. Selain itu, masyarakat masih belum menerima sistem baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

”Kalau sistem itukan sudah dari pusat, dan itu juga diawasi ketat. Tidak serta merta kami bisa, karena itu langsung terintegrasi dengan sistem data pokok pendidikan (Dapodik) yang ada di pusat. Kemudian tidak hanya untuk jenjang SMP, di jenjang SMA juga banyak sekarang masyarakat memilih tidak sekolah, untuk membantu orang tua mereka juga ada,” paparnya.

Menurutnya, kekurangan murid berdampak pada pengelolaan bantuan operasional sekolah (BOS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

”Ya tetap ada pengaruhnya, penerimaan BOS kan kemudian terus jadi tidak maksimal karena peserta didiknya terbatas,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#Disdikbud #jenawi #karanganyar #sma #SMP satu atap #kerjo #bos #apbn #dapodik #karangpandan #smp #Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)