Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada Komplotan Pencuri Mengaku Petugas DLH, Warga Tasikmadu Karanganyar Jadi Korbannya

Rudi Hartono RS • Jumat, 2 Agustus 2024 | 01:14 WIB
Rumah warga Dusun Pokoh Baru, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar yang disatroni komplotan pencuri mengaku petugas DLH, Kamis (1/8/2024). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Rumah warga Dusun Pokoh Baru, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar yang disatroni komplotan pencuri mengaku petugas DLH, Kamis (1/8/2024). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Warga Dusun Pokoh Baru, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar menjadi korban pencurian komplotan yang mengaku petugas dinas lingkungan hidup (DLH).

Aksi pencurian itu dialami Harjanto, 70, pada Kamis (1/8/2024) siang. Pelaku yang berjumlah empat orang mengaku petugas DLH hendak memangkas ranting pohon depan rumah korban.

Harjanto ditemui radarsolo.com menceritakan, peristiwa yang dia alami terjadi pukul 09.30. Awalnya dia didatangi dua orang pelaku yang mengaku petugas DLH.

Salah seorang pelaku meminta izin melakukan penebangan ranting pohon di depan rumahnya. Saat itu, Harjanto di rumah bersama istrinya, Rohmah, 65.

Kemudian dia diminta pelaku memanggil istrinya agar keluar ke teras rumah. Saat itu, Harjanto diajak berbincang oleh dua pelaku. Tiba-tiba dua pelaku lain datang. Satu menunggu di luar, satunya meminta izin mengecek rumah.

”Awalnya datang dua orang di teras depan rumah minta izin memotong ranting pohon, ngakunya dari petugas DLH. Kemudian saat berbincang di teras, keduanya meminta kami bergeser ke selatan di dekat pohon," kata Harjanto.

"Nah saat kami berbincang itu, kemungkinan satu pelaku masuk ke dalam rumah dan langsung melakukan pencurian,” imbuhnya.

Harjanto menambahkan, dia baru mengetahui uangnya hilang setelah kedua pelaku yang sebelumnya berbincang dengannya langsung pamitan.

”Ya curiganya itu pas saya menengok ke belakang saya melihat satu orang keluar dari samping rumah. Kemudian bersamaan dengan itu, dua orang yang sempat ngobrol dengan saya dan istri saya juga langsung pamit. Pas saya masuk, ternyata uang yang saya simpan di kaleng sudah hilang,” ungkapnya.

Harjanto mengaku, uang Rp 16,5 juta dari kotak infaq masjid kampung yang dia bawa dicuri pelaku.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy melalui Kapolsek Tasikmadu AKP Teguh Sardiyanto membenarkan kejadian tersebut.

”Masih dalam proses penyelidikan, dan tadi kami setelah mendapatkan laporan langsung kita lakukan oleh TKP,” ungkap kapolsek. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #masjid #Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #ranting pohon #tasikmadu #DLH #Ngijo #komplotan #Penebangan #Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy #kotak infaq #pencurian